• HK Welcome
  • HK Visi
  • HK Misi
  • HK PTA

Pengadilan Tinggi Agama Medan Berdeklarasi Melaksanakan Sistem Akreditasi Penjaminan Mutu untuk Peradilan Agama Tingkat Banding

1

Telah berlalu 3 bulan semenjak Pengadilan Tinggi Agama Medan dan 6 Pengadilan Agama se-Sumatera Utara berikrar untuk melaksanakan Sistem Akreditasi Penjaminan Mutu (SAPM) untuk peradilan agama tingkat I. Rabu, 22 Nopember 2017, Pengadilan Tinggi Agama Medan kembali berdeklarasi, namun deklarasi kali ini adalah berikrar untuk melaksanakan SAPM untuk peradilan tingkat banding.

Pukul 14:30 WIB, pimpinan, pejabat, pegawai serta tenaga honorer telah berkumpul di ruangan Aula Pengadilan Tinggi Agama Medan. Acara dibuka oleh Panitera Pengadilan Tinggi Agama Medan, Drs. H. Pahri Hamidi, S.H. Kemudian berlanjut kepada sosialisasi SAPM yang disampaikan oleh Ketua Tim Asistensi SAPM Pengadilan Tinggi Agama Medan yang juga merupakan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Medan: Dr. H. Imron Rosyadi, S.H., M.H. Dalam sosialisasinya beliau mengemukakan bahwa konteks sosialisasi kali ini adalah untuk menyamakan persepsi dan tekad dalam melaksanakan SAPM serta menimbulkan kesadaran dan kemauan untuk melaksanakan SAPM; dari mulai top manajemen hingga ke level paling bawah, sebagai contoh tenaga honorer. Karena hal itu merupakan suatu rangkaian dalam satu sistem yang tidak boleh tidak, harus menyambut sistem ini dengan baik. Ketika satu aspek kuat semangatnya, namun aspek yang lain melemah semangatnya, maka sistem ini akan terancam untuk tidak berjalan dengan baik. Disampaikan juga bahwa assesor eksternal nantinya tidak akan hanya bertanya kepada top manajemen, namun juga bakal menelusuri hal-hal kecil seperti kebersihan kamar mandi, penataan pot bunga, dan lain sebagainya. Ketika sistem ini sudah berjalan, kita berkewajiban untuk mempertahan agar sistem ini dapat berjalan dengan baik seterusnya.

2

Dr. H. Imron Rosyadi, S.H., M.H. juga mengatakan siapa pun harus mau menerima ketika dikoreksi oleh sistem. Karena apabila sistem telah berjalan, dan terjadi suatu kesalahan, maka kesalahan tersebut harus bisa diperbaiki agar sistem dapat bertahan berjalan dengan baik. SAPM ini mengacu pada standar ISO 9001:2015, dengan titik penekanan kepada Based Risk Thinking (Manajemen Berbasis Resiko)

Di akhir sosilisasinya beliau berharap agar seluruh anggota keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama Medan untuk mendukung, tidak ada yang tidak mendukung. Karena jika kita sudah melangkah dan apabila ada yang langkahnya tidak serempak, maka itu akan menjadi kendala dalam kesuksesan pelaksanaan SAPM.

Sosialisasi dilanjutkan oleh Lead Assessor SAPM Direktorat Jendral Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) yang juga merupakan Kepala Bagian Perencanaan dan Kepegawaian Pengadilan Tinggi Agama Medan: H. Zulfikar Arif Rahman Purba, S.H., M.M. Mengawali sosialiasinya beliau menyampaikan bahwa akreditasi menurut Bahasa berarti “Pengakuan”, sementara menurut istilah berarti “pengakuan oleh suatu jawatan tertentu untuk melakukan tugas-tugas tertentu”. Islam telah menerapkan akreditasi, hanya saja namanya bukan akreditasi. Allah menyampaikan dalam firmannya agar kita selalu menulis dalam bermuamalah. Dalam istilah manajemen selalu disebut: tulislah apa yang kau kerjakan, dan kerjakanlah apa yang kau tuliskan. Beliau juga mencoba untuk mengingatkan bahwa dahulu sebelumnya kita pernah menggunakan sistem yang disebut Menilai Pekerjaan Sendiri (MPS), hanya saja belum terdokumentasi secara baik. Sementar SAPM mendokumentasikan kegiatan kita secara tertib dan terukur.

3

H. Zulfikar Arif Rahman Purba, S.H., M.M. kemudian memberikan contoh implementasi SAPM dalam bidang kebersihan. Petugas kebersihan harus mencatat setiap hal yang telah dikerjakannya. Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Rumah Tangga juga harus mengontrol dan melihat langsung hasilnya, jangan hanya berdasarkan laporan yang telah dicatat oleh petugas kebersihan.

Mengakhiri sosialisasinya, beliau menyampaikan bahwa Tim SAPM telah menjadwalkan pelaksanaan SAPM Pengadilan Tinggi Agama Medan. Salah satu kendala yang harus dihadapi dari SAPM Peradilan Agama tingkat Banding adalah standar yang diberikan oleh Ditjen Badilag adalah standar untuk Pengadilan Agama, sedangkan standar untuk Pengadilan Tinggi Agama masih belum ada Sehingga Tim SAPM Pengadilan Tinggi Agama Medan harus bekerja ekstra dalam mengatasi hal tersebut.

Rangkaian acara berlanjut kepada pembinaan yang disampaikan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan: Drs. M. Taufiq H. Z., M.H.I. Dalam pembinaannya beliau menghimbau kepada keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama Medan untuk terus memotivasi diri untuk terus berbuat ke arah yang lebih baik demi kesuksesan SAPM. Perubahan Mind-set harus terjadi. Pada awalnya perubahan mind-set ini akan membuat kita kaget. Namun yakinlah, apabila kesadaran kita sudah muncul maka ke depan kita akan lebih baik lagi.

4

Drs. M. Taufiq H. Z., M.H.I. juga mengatakan bahwa di Sumatera Utara, SAPM sudah berjalan cukup baik. Hal ini dilihat dari 5 Pengadilan Agama di Sumatera Utara sudah menjalankan SAPM dan mendapatkan nilai yang sangat memuaskan. Bersyukur bahwa Pengadilan Tinggi Agama Medan memiliki sumber daya manusia yang cukup untuk mengerjakan SAPM di bandingkan dengan Pengadilan Agama di Sumatera Utara yang memiliki pegawai yang lebih sedikit

Di akhir pembinaannya beliau mengharapkan mudah-mudahan dengan tekad kita bersama, tidak ada bukit yang tinggi, tidak ada jurang yang dalam; berat sama dipikul, ringan sama dijinjing; sehingga apa yang ingin kita capai dalam SAPM dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya.

5

Acara mencapai puncaknya saat seluruh keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama Medan membentuk barisan di depan podium untuk bersiap mengucapkan deklarasi. Deklarasi ini dipimpin oleh salah seorang anggota Tim Asistensi SAPM Pengadilan Tinggi Agama Medan yang juga merupakan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Medan: Dra. Hj. Rokhanah, S.H., M.H. Walau hanya beberapa latihan dalam pengucapan deklarasi, seluruh peserta deklarasi terlihat kompak dan dapat mengucapkan deklarasi secara bersamaan tanpa ada kekurangan yang berarti. Foto bersama dilakukan sesaat setelah deklarasi dilakukan.

6   7

Penandatanganan deklarasi menutup acara yang telah berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam tersebut. Dimulai dari ketua, wakil ketua, hakim tinggi, pejabat kepaniteraan, pejabat kesekretariatan, fungsional umum hingga tenaga honorer maju satu persatu untuk menandatangi deklarasi pada sebuah spanduk yang telah disediakan. (ap)

  • 964-duk-faidullah.jpg
  • 965-sel-khalik.jpg
  • 966-salamiah.jpg
  • 967-sel-alimud.jpg
  • 968-duk-andry.jpg
  • 969-sel-shalah.jpg
  • 970-sel-razali.jpg
  • 971-sel-bakti.jpg
  • 972-sel-taufiq.jpg
  • 973-purn-armia1.jpg