Artikel Anda

Masturbasi Sebuah Pilihan Dilematis

MASTURBASI SEBUAH PILIHAN DILEMATIS
( Masukkan untuk TPM )
Oleh : Drs.H.Tarsi, SH.M.HI./Wakil Ketua PA Stabat


I. LATAR BELAKANG

Di rubrik konsultasi sebuah majalah remaja, terpampang curahan problematika seorang pemuda. Selama ini ia rutin melakukan masturbasi. Dia ingin lepas dari masturbasi tersebut tapi tak bisa. Onani dan masturbasi memang aktivitas yang banyak tercela. Di samping itu aktivitas masturbasi swalayan ini ternyata banyak dilakukan oleh para remaja.1

Kebiasaan onani atau masturbasi disebut juga Al Istimna’u. Onani adalah mempermainkan anggota badan yang paling vital secara teratur dan terus menerus guna memenuhi tuntutan hasrat seksualnya dan mendapatkan kenikmatan dengan cara mengeluarkan air mani.2

Perilaku masturbasi/onani pada stadium kronis yaitu dilakukan secara bertahun-tahun dan secara eksesif (di luar batas banyak sekali), masalahnya akan semakin kompleks, seperti para remaja yang belum memungkinkan untuk menikah karena usia di bawah umur, atau takut karena belum punya pekerjaan, pendidikan yang belum selesai, Hasil TPM yang belum menguntungkan dimana suami yang ditugaskan di daerah yang jauh terpaksa harus berpisah karena isterinya tidak dapat mengikutinya, atau lazim disebut dengan istilah ‘’RCTI’’ (Rombongan Cowok Tanpa Isteri) atau sebaliknya isteri yang di tempatkan yang jauh sementara suaminya tidak dapat menemaninya, pria dan wanita yang belum juga mendapat jodoh, dan lain-lain. Kebiasaan-kebiasaan masturbasi/onani tersebut bukan saja merupakan pemuasan bagi kebutuhan fisik belaka, tetapi sudah di tambah oleh promlem-problem psikologis berupa kebingungan dan rasa was-was terhadap berbagai dosa dan ekses negatif yang akan dideritanya. Sementara ia sendiri tidak mampu lagi mengendalikan diri. Gejala psikologis inilah yang mengubah perbuatan masturbasi atau onani menjadi gejala fantalogis atau berubah mejadi suatu penyakit yang kompleks baik fisik maupun psikis.


 

1 Majalah Remaja Islam, “el Fata”, Jika Seks Cukup Sendiri, No 11, tahun III (Oktober 2003), hal 14.
2 Adnan Hasan Baharis, Al InraFatul Jinsiyyatu’Indal Atfaali As-Ba Baha Wa’ila Jiha, Darul Mujtama’, Cet I, 1414/1993 M diterj oleh Rusdy Helmi, Penyimpangan Seksual pada Anak (Jakarta : Gema Insani Press, 1422 H/2001 M, hal 73-74.

Baca Selengkapnya>>>

  • 962-duk-abd-haris.jpg
  • 963-duk-rakimah.jpg
  • 964-duk-faidullah.jpg
  • 965-sel-khalik.jpg
  • 966-salamiah.jpg
  • 967-sel-alimud.jpg
  • 968-duk-andry.jpg
  • 969-sel-shalah.jpg
  • 970-sel-razali.jpg
  • 971-sel-bakti.jpg