Tausiah

SEI RAMPAH | pa-seirampah.go.id - Pengadilan Agama Sei Rampah menyambut datangnya tahun baru Islam 1444 Hijrah dengan menggelar kegiatan tausiah, Rabu (03/08/2022).

 

Pantauan di Ruang Sidang Utama acara ini dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, Hakim, Panitera, Sekretaris, Pejabat Struktural dan Fungsional, serta pegawai PPNPN di lingkungan Pengadilan Agama Sei Rampah.

Acara dimulai dengan pembacaan doa oleh Bapak Amar Zaki Siregar, S.H., M.H., yang kemudian dilanjutkan kata sambutan dari Ketua Pengadilan Agama Sei Rampah, Syarifuddin, S.H.I.

Seusai kata sambutan dari Bapak Syarifuddin, S.H.I., acara inti penyampaian tausiah disampaikan oleh Ketua KBM, Ghifar Afghany, S.Sy., M.H.

Di awal pembukaan tausiah, ia mengaku terkesan dengan acara peringatan 1 Muharram 1444 H yang dilaksanakan di Pengadilan Agama Sei Rampah.

Sebab, acara yang diselenggarakan tausiah ini dilengkapi dengan fasilitas serba modern seperti adanya media penyampaian tausiah secara daring yang dapat diakses masyarakat melalui Instagram resmi PA Sei Rampah, @paseirampah yang disiarkan secara live streaming.

“Alhamdulillah pada kesempatan ini saya dapat menyampaikan ceramah kepada kita semua,semoga dengan awal tahun hijriah yang baik ini kita diberikan hidayah dan kehidupan yang lebih baik lagi kedepannya,saya berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi diantara kita semua,” lanjut mantan hakim MS Sabang ini.

Dalam ceramah yang disampaikan, ia mengaku bahwa ceramah sejatinya siraman rohani yang setiap orang memerlukannya.

“Kalaulah selama ini kita atau setidaknya saya bergelut tiap hari atau tiap waktu dengan hal-hal yang berbau materi, maka perlu hati atau diri kita juga disiram rohaninya agar tidak menjadi kering. Karena sejatinya manusia itu adalah makhluk spiritual, tetapi karena kita dilahirkan ke dunia yang serba materi, maka kadang kita lupa dengan kehidupan material itu.,” ungkap bapak dua anak ini.

Acara ceramah tausiah ini merupakan sebuah kegiatan tindak lanjut sesuai dengan imbauan dari Dirjen Badilag, Bapak Dr. H. Aco Nur untuk melaksanakan ceramah/kuliah tujuh menit berkaitan dengan problematikan hukum yang menjadi kewenangan peradilan agama, yang tentunya bisa menjadi awal program kerja untuk ditindaklanjuti.

tausiah 2

Berkenaan dengan tema Bulan Muharram, ia turut menjelaskan awal mula adanya nama Muharram.

“Nama Muharram ini muncul setelah nabi Muhammad diutus. Jadi 11 bulan ini sudah dikenal pada zaman jahiliyah. Dulu muharram namanya shafar awal, kemudian sekarang menjadi muharram. Ada lagi hari yang istimewa yaitu tanggal 10 muharram. Pada tanggal itu orang yahudi shaum asyura, maka karena itu shaum untuk orang islam ditambah dengan shaum tasua,” imbuh pria kelahiran Tasikmalaya ini.

Selain itu Bulan Muharram banyak keistimewaan di dalamnya sesuai dengan firman Allah dalam surat at-Taubah ayat 36.

Di mana Muharram menandakan penggantian tahun bulan hijriyah. Penanggalan tahun ke-1 Hijriyah ini diikutkan pada satu momentum hijrah Nabi SAW.

“Hijrah bukan hanya berpindah atau beralih tempat, tapi hijrah adalah sebuah komitmen yang dibangun atas kesadaran nurani, spiritual untuk keadaan yang lebih baik, yang mendekatkan diri kita kepada Allah swt. Situasi Mekkah pada saat itu tidak terlampau kondusif untuk bisa beribadah, untuk menjalankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan. Hijrah itu ada ujian dan tantangan, untuk menilai kesungguhan,” pungkasnya.

Acara kemudian diisi oleh Raja Sangkot Rambe, S.H. menyampaikan doa sebagai pamungkas acara tausiah. (nd.sh)

  • 796-d-manan.jpg
  • 797-s-amrani.jpg
  • 798-s-syarwani.jpg
  • 799-s-asran.jpg
  • 800-s-armiwati.jpg
  • 801-s-edy.jpg
  • 802-p-rohyan.jpg