Pembukaan Sidang Keliling di Kantor KUA Kecamatan Gido

Kab.Nias [12/05]

Senin pagi tanggal 12 Mei 2014 sedikit gerimis mengiringi langkah beberapa orang yg bertugas untuk pelaksanaan itsbat nikah di Kantor KUA Kecamatan Gido kementerian Agama Kabupaten Nias.

Setibanya di lokasi sambutan hangat dan senyum di berikan oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Gido (Bapak Yakhman Hulu) dan beberapa orang pemohon Itsbat Nikah menyambut kedatangan rombongan tim sidang keliling Pengadilan Agama Gunungsitoli.  Dan tak berselang lama acara ceremonial pembukaan sidang keliling Itsbat Nikah pun di mulai dengan terlebih dahulu dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an untuk mengambil berkah acara tersebut.

Acara pun dilanjutkan dengan laporan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Gido sebagai ketua Panitia pelaksanaan sidang keliling Itsbat Nikah dan dalam laporannya Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Gido menyampaikan ucapan terima kasih yang besar kepada Bapak Ketua Pengadilan Agama Gunungsitoli (Bapak. Drs. Jamalaba Malau, MH) yang memilih lokasi pelaksanaan sidang keliling ini di wilayah hukum KUA Kecamatan Gido, yang hal ini merupakan pertama dilaksanakan di wilayah Hukum KUA Kecamatan Gido. Selain itu KUA Kecamatan Gido juga menyampaikan bahwa Pelaksanaan kegiatan ini bertalian dengan nota kesepahaman (MoU) yang telah di buat dan di sepakati bersama oleh Kementerian Agama Kabupaten Nias dan Pengadilan Agama Gunungsitoli.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Pengadilan Agama Gunungsitoli (Bapak. Drs. Jamalaba Malau, MH), beliau mengucapkan terima kasih yang besar kepada kantor kementerian Agama Kabupaten Nias khususnya Kepala Kantor Urusan Agama kecamatan Gido yang telah berusaha menfasilitasi para pemohon untuk mendapatkan buku nikah.

Lalu beliau menjelaskan dalam Pasal 7 ayat (2)  dan (3) butir (d) dan (e) Kompilasi Hukum Islam, perkawinan yang tidak dapat dibuktikan dengan Akta Nikah dapat diajukan itsbat nikahnya dalam hal adanya perkawinan yang terjadi sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan perkawinan yang dilakukan oleh mereka yang tidak mempunyai halangan perkawinan menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974.

Beliau menekankan bahwa sidang keliling ini sebenarnya untuk memudahkan para pihak dalam hal pengurusan administrasi keluarga dan dampaknya akan sangat besar di rasakan oleh para pemohon itu sendiri, dan tak lupa Ketua Pengadilan Agama Gunungsitoli juga menyampaikan bahwa pelaksanaan isbat nikah ini adalah salah satu cara meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu.

Ketua Pengadilan Agama Gunungsitoli menambahkan bahwa dengan adanya isbat nikah ini bukan hanya kepentingan orang tua saja, akan tetapi lebih luas lagi adalah untuk kepentingan kelengkapan pengurusan dokumen anak termasuk kaitannya hubungan kewarisan.

Selanjutnya sambutan dari Kepala Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Nias (Yamamoni Laoli, MM) dalam hal ini mewakili Kepala Kementerian Agama Kabupaten Nias menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Gido yang merespon cepat dan baik MOU yang telah di sepakati oleh kedua instansi, dan juga di sampaikan bahwa beliau tidak heran akan pelaksanaan sidang keliling ini berjalan dengan baik, karena di mata beliau, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Gido merupakan sosok pekerja keras dan memiliki mobilitas yang tinggi dalam hal tugas-tugas yang di embannya. Di akhir sambutannya beliau berharap pelaksanaan ini di ikuti oleh para pemohon dengan sebaik-baiknya mengingat penetapan yang akan dikeluarkan merupakan hal yang penting bagi para pemohon dan keluarganya. Selamat mengikuti sidang semoga sukses. Tutur pak. Laoli.

Berbagai rangkaian acara pun sudah selesai dilaksanakan dan ditutup dengan do’a oleh Bapak Pahruddin Ritonga, S.HI.

[red. Pahruddin Ritonga dan Hamdani Zalukhu]

sumber: www.pa-gunungsitoli.go.id (14/05/2014)

Diskusi Hukum Ekosyar Pengadilan Agama Stabat Tegang

Stabat,pa-stabat.net.

Pada hari Rabu tanggal 7 Mei 2014, telah dilaksanakan Diskusi Hukum Ekonomi Syari’ah,  Thema bahasan “Surat Berharga dan Surat Yang Berharga Dalam Praktek Perbankan”  Penyaji makalah oleh Drs. Muhammad Kasim,MH. Hadir dalam diskusi yang diselenggarakan IKAHI PA. Stabat selain seluruh hakim juga  karyawan dan karyawati.

Pengertian “surat yang berharga” sebagaimana paparan penyaji makalah adalah dokumen yang mempunyai nilai bagi penyimpan yang tidak dapat diperdagangkan di pasar uang dan pasar modal. Dengan kata lain surat yang mempunyai harga atau nilai ini hanya sekedar alat bukti diri bagi pemegang bahwa dia sebagai orang yang berhak atas apa yang disebutkan untuk menikmati hak yang disebut dalam surat itu. Jadi alat bukti itu berhaga untuk diri pribadi, tetapi belum tentu berharga untuk orang lain. Misalnya Akta Cerai. Bagi pemegang akta cerai ini sangat berarti untuk dirinya tetapi tidak berguna untuk orang lain, KTP berharga untuk pemegang KTP tersebut tetapi tidak bernilai untuk orang lain dan lain-lain.


Sementara “ surat berharga “ adalah surat yang oleh penerbitnya sengaja diterbitkan sebagai pelaksana pemenuhan suatu prestasi yang berupa pembayaran sejumlah uang. Tetapi pembayaran ini tidak dilakukan dengan menggunakan uang, melainkan dengan menggunakan alat bayar lain. Alat bayar itu berupa surat yang didalamnya mengandung suatu perintah kepada pihak ketiga, atau pernyataan sanggup untuk membayar sejumlah uang kepada pemegang surat itu.

Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 menyatakan “surat berharga” adalah surat pengakuan hutang misalnya wesel, obligasi, sekuritas kredit dan lainnya yang lazim dperdagangkan dalam pasar modal dan pasar uang. Dasar hukumnya KUHD, Keputusan BI No 28/52/DIR dan No 49/52/UPG. Surat berharga mempunyai syarat-syarat formil dan  syarat materiil.

Surat berharga dapat dilakukan dengan pembayaran sejumlah uang dalam pembelian barang, misalnya cek. Dan penjual yang menerima cek dapat pula membayarkan (memindahkan) surat itu kepada pihak lain dan seterusnya.

Perdebatan mengenai alat pembayaran berupa surat berharga ini sangat alot didiskusikan, dan sesekali timbul ketegangan, namun Ketua PA. Stabat yang ahli dibidang ekosyar ini dapat meredakan ketegangan, dan akhirnya diskusi ditutup. (trs)

sumber: www.pa-stabat.net (16/05/2014)

Wakil Ketua PA Stabat, Siswa SMK Putra Jaya Jabal Rahmah Berbobot

Stabat | Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa-siswi SMK Putra Jaya Jabal Rahmah, Kepala SMK telah menerjunkan siswa-siswinya ke Pengadilan Agama Stabat melakukan praktek lapangan.

PKL ini dilakukan sejak tanggal 3 Pebruari sampai 3 April 2014, mereka terdiri dari :

  1. Kamaliah.
  2. Nursiti Ynita.
  3. Nur Aini.
  4. Bismi Mawaddah.
  5. Rokayah.

Ketua PA. Stabat telah menyambut baik kehadiran siswa-siswi yang praktek di Pengadilan Agama Stabat, hal ini bukan saja sebagai kehormatan dan penghargaan kepada PA. Stabat, tetapi juga sebagai wadah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa-siswi, apalagi siswa-siswi sekarang sudah lama mengenal PA. Stabat, tetapi belum mengetahui banyak apa saja yang menjadi tugas dan kewengan PA. Stabat selama ini

Siswa-siswi dipersilahkan untuk melihat dan sekaligus praktek bagaimana menerima perkara dan proses penyelesaiannya dengan mengikuti alur jalannya perkara, kemudian bagaimana tata persuratan mulai masuk sampai  diarsipkannya surat tersebut, dan bagaimana cara membalas surat, semua itu menggunakan arsip dinamis. Bahkan siswa-siswi juga diajak untuk melihat bagaimana mengarsipkan berkas perkara, dan cara pengelolaan perpustakaan.

Tepat pada tanggal 3 April 2014 kemarin, Siswa-siswi bersama guru pembimbing telah mengadakan perpisahan diruang Wakil Ketua (Drs.H.Tarsi,S.H.,M.H.I ). Dalam acara tersebut Guru Pembimbing telah mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang diberikan Pengadilan Agama Stabat kepada siswa-siswinya yang berpraktek dan mohon maaf jika terdapat kesalahan, dan hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Ketua, seraya menyebutkan bahwa selama praktek adik-adik siswa ini benar-benar cerdas dan bahkan berbobot, mengingat apa yang dilakukannya di PA.Stabat terlihat serba bisa, hal ini luar biasa.(trs).

sumber: www.pa-stabat.net (16/05/2014)

Sidang Pelayanan Terpadu PA Tarutung Terus Berlanjut, Kenapa Tidak?

Setelah sukses melaksanakan sidang pelayanan terpadu sebanyak 3 (tiga) kali yakni pada tanggal 26 Maret 2014, tanggal 10 April 2014 dan tanggal 24 April 2014 yang lalu, maka pada hari Kamis, tanggal 8 Mei 2014 Pengadilan Agama Tarutung kembali menggelar pelaksanaan sidang terpadu untuk yang keempat kalinya.

Untuk yang keempat kalinya ini sidang pelayanan terpadu dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara. Sidang pelayanan terpadu inipun merupakan tindak lanjut hasil kesepakatan antara Pengadilan Agama Tarutung dengan pihak Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Utara yang ditandatangani pada tanggal 10 Februari 2014 yang lalu.

Pada sidang pelayanan terpadu yang keempat kalinya ini Pengadilan Agama Tarutung hanya menyidangkan perkara Pengesahan Nikah (Itsbat Nikah) sebanyak 9 (sembilan) perkara. Sehingga apabila dijumlahkan dengan tiga kali pelaksanaan sidang pelayanan terpadu sebelumnya Pengadilan Agama Tarutung telah menyelesaikan sebanyak 50 (lima puluh) perkara.

Kemungkinan besar pelaksanaan sidang pelayanan terpadu akan terus berlanjut, kenapa tidak ? Karena menurut informasi yang disampaikan oleh Kepala KUA Kecamatan Pahae Jae Bapak Amir Mahmud kepada Ketua P.A. Tarutung Bapak Drs. Mahmud Dongoran, MH. saat ini Kepala KUA tersebut sedang mengkoordinir sekitar 30 pasangan suami isteri lagi yang akan mengajukan perkara Pengesahan Nikah, bahkan beberapa hari yang lalu Kepala KUA Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbahas juga telah menyampaikan kepada Ketua P.A. Tarutung bahwa saat ini yang bersangkutan juga sedang mengkoordinir sekitar 20 pasangan suami isteri yang akan mengajukan permohonan Pengesahan Nikah ke Pengadilan Agama Tarutung untuk disidangkan dalam pelayanan terpadu.

sumber: www.pa-tarutung.net (09/05/2014)

Pengambilan Sumpah PNS di Pengadilan Agama Pematangsiantar


Rabu 30 April 2014 telah dilaksanakan  Upacara Pengambilan Sumpah PNS di PA Pematangsiantar, atas Nama Muhammad Ikbal Afandi dan Muhammad Adlin. Acara Pengambilan Sumpah yang dipimpin langsung oleh Ketua PA Pematangsiantar Drs. M. Jhon Afrijal, S.H., M.H. yang dihadiri oleh Seluruh Hakim dan Pegawai serta Honorer PA Pematangsiantar. Pelantikan dilaksanakan di ruang sidang Pengadilan Agama Pematangsiantar pada pukul 12.05 wib. Pelantikan disaksikan oleh saksi-saksi yaitu Renny Wulandari, SE selaku Kaur Umum dan Thamrin Harahap selaku Jurusita Pengganti pada Pengadilan Agama Pematangsiantar.

Kemudian dalam pengarahan Ketua PA Pematangsiantar menyampaikan selamat dan sukses atas Pengambilan Sumpah PNS atas nama Muhammad Ikbal Afandi dan Muhammad Adlin, Ketua PA Pematangsiantar menyampaikan bahwa kepada Pegawai yang baru diambil sumpah dan mengingatkan agar tugas dan tanggung jawab sebagai PNS harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan isi sumpah PNS. Acara ditutup dengan doa yang dibawakan oleh Drs. Tajussalim dan seterusnya ucapan selamat dari seluruh Peserta upacara Pelantikan yang hadir diawali oleh Wakil Ketua PA Pematangsiantar Drs. Juwaini, S.H., M.H.

sumber: pa pematangsiantar

  • 807-d-bahrin.jpg
  • 808-d-syukron.jpg
  • 809-d-syarifuddin.jpg
  • 900-d-parlan.jpg
  • 901-s-basuni.jpg
  • 901-s-mazharuddin.jpg
  • 902-s-syaifuddin.jpg
  • 903-s-syaiful.jpg
  • 904-s-abdullah.jpg
  • 905-s-nurhayati.jpg
  • 906-s-jamaluddin.jpg