80 Halaman Tulisan ISO, Hadapi Audit Eksternal Dari Australia

Stabat | Wakil Ketua (Drs.H.Tarsi,SH.,M.H.I) selaku MR, telah menyiapkan bahan-bahan untuk mengantisipasi pelaksanaan audit eksternal dari PT.SAI Global yang induknya di Australia. Bahan-bahan tersebut telah disosialisasikan kepada seluruh hakim dan pegawai serta tenaga honorer pada hari Selasa tanggal 15 dan 22 April 2014. Sosialisasi ini sangat penting, mengingat dalam teknis audit eksternal nanti seluruh pegawai ketika diaudit akan ditanya sejauhmana pengetahuan tentang ISO, tak terkecuali Selaku Top Manajemen dan Manajemen Representatif. Begitu pula kelengkapan dokumen yang tersedia.

Audit eksternal akan dilaksanakan tanggal 1 Juli 2014, sesudah dilakukan tindakan manajemen. Berbagai temuan pada pelaksanaan audit internal harus sudah ditindaklanjuti, sebelum dilakukan audit eksternal. Demikian harapan Manajemen Representatif.

Bahan-bahan yang harus dipahami dan dihayani  oleh semua peserta sosialisasi ISO meliputi :

  1. Pengertian ISO
  2. Latar Belakang ISO
  3. Kunci suksesnya ISO
  4. Tehnis pelaksanaan ISO
  5. Prihal dokumen SOP
  6. Hambatan pelaksanaan ISO
  7. Manual Mutu
  8. Sasaran Mutu
  9. 8 macam klausul ISO
  10. Teknis mendapatkan IKM yang baik
  11. Dan lain-lain

Pengetahuan dan pelaksanaan ISO merupakan hal yang mesti diketahui oleh seluruh pegawai, dan dilaksanakan dengan konsisten dan kebersamaan. Karena pekerjaan di Pengadilan Agama ini antara Hakim, PP dan JS/JSP saling keterkaitan, dan hendaknya saling mengingatkan pula manakala ada yang tidak mejalankan pekerjaannya.

Pelayanan prima, merupakan keharusan dan  mutlak dilakukan oleh semua pegawai, tanpa adanya kerjasama dan tanggung jawab untuk menyukseskan ISO, mustahil sertfikat ISO yang bertarap internasional dapat diraih. Oleh karena itu melalui sosialisasi ini, kewajiban saling mengingatkan dan kesungguhan bersama  untuk mengimplementasikannya adalah jurus suksesnya ISO di Pengadilan Agama Stabat. (trs).

sumber: www.pa-stabat.net (13/05/2014)

PA Gunungsitoli: Memorandum of Understanding (MoU) Berbuah Manis

Gunungsitoli | Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Kementerian Agama Kabupaten Nias tentang Sidang Pelayanan Terpadu bekerjasama dengan pihak Kementerian Agama Gunungsitoli yang di laksanakan pada hari Rabu 12 Maret 2014 di Pengadilan Agama Gunungsitoli bulan yang lalu kini berbuah manis.

Tim redaktur PA Gunungsitoli berkesempatan mewawancarai Humas PA Gunungsitoli (Pahruddin Ritonga. S. HI) yang notabene-nya juga sebagai Hakim di Pengadilan Agama Gunungsitoli. Saat di temui di ruang kerjanya di sela-sela waktu senggang, bapak Pahruddin Ritonga, S. HI memberikan sedikit keterangannya mengenai sidang pelayanan terpadu permohonan Itsbat Nikah. Yang menjadi tuan rumah pada sidang pelayanan terpadu tahun 2014 kali ini berlokasi di Kecamatan Gido, Kabupaten Nias yang bertempat di Kantor Kementerian Urusan Agama Kecamatan Gido.

KPA Gunungsitoli Bapak Drs. Jamalaba Malau, MH pada pengarahan sebelumnya mengharapkan agar dalam pelaksanaan sidang terpadu ini dilaksanakan dengan setulus hati tanpa mengharapakan pamrih apapun .

Adapun kegiatan sidang keliling tahun 2014 ini menyidangkan 11 perkara permohonan itsbat nikah yang pelaksanaanya selama 2 hari, tanggal 12 dan 14 Mei 2014. Sidang I (12 Mei 2014) menyidangkan 7 Perkara yang menjadi Ketua Majelis pada persidangan yaitu Drs. Jamalaba Malau, MH, dan Pahruddin Ritonga, S. HI sedangkan Sidang ke II (14 Mei 2014) menyidangkan 4 perkara yang menjadi Ketua Majelis pada persidangan yaitu Drs. Zakiruddin dan Wendri S.Ag, MH. Pelaksanaan sidang terpadu pada tahun ini di laksanakan dengan sistem Hakim Tunggal berdasarkan surat edaran SEMA No.  3 tahun 2014 tanggal 13 Maret 2014.

Dengan di adakannya sidang keliling terpadu ini, masyarakat kurang mampu yang tidak mempunyai buku nikah selama ini sekarang lebih mudah mendapatkan buku nikah sebagai acuan untuk pengurusan surat-surat penting lainnya dan selama kurun waktu, kurang lebih ada yang telah menikah selama 40-an tahun tidak memiliki buku nikah, bukan karena mereka tidak berkeinginan untuk mengurus ke KUA tetapi di karenakan lokasi mereka tinggal sangat jauh untuk di tempuh. Harapan kita semua semoga pelaksanaan sidang keliling terpadu ini nantinya dapat berjalan dengan sukses dan jauh dari segala rintangan, tutur salah seorang Hakim Bapak Pahruddin Ritonga, S. HI menambahkan. (LS)

Sumber : pa-gunungsitoli.go.id (29/04/2014)

Sidang Pelayanan Terpadu PA Tarutung Tahap III Berjalan Lancar

 

“Mauliate ma amang na sagodang-godang na” (terima kasih Pak yang sebanyak-banyaknya), itulah kalimat yang terucap dari pasangan suami isteri setelah mereka selesai mengikuti sidang pelayanan terpadu yang dilaksanakan oleh Pengadilan Agama Tarutung bekerja sama dengan pihak Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Utara dalam hal ini Kantor Urusan Agama Pahae Jae.

Sesuai dengan yang telah dijadwalkan, pada hari Kamis, tanggal 24 April 2014 Pengadilan Agama Tarutung untuk yang ketiga kalinya kembali melaksanakan sidang pelayanan terpadu. Untuk yang ketiga kali ini pelaksanaannya dilaksanakan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara.


Pada tahap ke tiga ini Pengadilan Agama Tarutung menyidangkan perkara Itsbat Nikah sebanyak 20 perkara dan alhamdulillah berjalan lancar, maka wajarlah apabila para pasangan suami isteri yang mengikuti sidang pelayanan terpadu tersebut sangat gembira karena hanya dalam satu waktu mereka sudah bisa menyelesaikan dua persoalan yang selama ini sangat membebani pikiran mereka yaitu persoalan keabsahan perkawinan yang telah mereka laksanakan dan persoalan pencatatan dari perkawinan mereka itu sendiri.


Dalam persidangan, kepada Majelis Hakim mereka menyatakan bahwa pada dasarnya bukan mereka tidak mau melibatkan pihak Kantor Urusan Agama dalam pelaksanaan perkawinan yang mereka laksanakan belasan bahkan puluhan tahun yang lalu. Tetapi karena jarak tempat tinggal mereka dengan Kantor Urusan Agama serta biaya yang harus dikeluarkanlah yang menjadi penghalangnya. Hal ini tentu bisa dimaklumi, sebab apabila mereka akan mendatangi KUA maka mereka terpaksa harus berjalan kaki empat sampai lima jam.

sumber: www.pa-tarutung.net (25/04/2014)

Ketua PA Lubuk Pakam Kelas IB Lantik Hakim dan Jurusita Pengganti

Ketua PA Lubuk Pakam Kelas IB, Drs. Nur Mujib, M.H. melantik seorang hakim dan seorang Jurusita Pengganti dalam kurun waktu 2 hari. Mereka adalah Dra. Hj. Samlah yang sebelumnya menjabat Hakim di PA Pandan dilantik sebagai Hakim PA Lubuk Pakam Kelas IB dan Sri Wahyuni Damayanti, S.H.I. yang sebelumnya adalah staff dilantik menjadi Jurusita Pengganti pada PA Lubuk Pakam Kelas IB.

Acara pelantikan Dra. Hj. Samlah dimulai pada pukul 10.00 WIB pada hari Rabu, 16 April 2014. Acara sederhana yang berlansung di ruang rapat PA Lubuk Pakam Kelas IB dihadiri oleh Ketua PA Lubuk Pakam Kelas IB, Drs. Nur Mujib, M.H.; Wakil Ketua PA Lubuk Pakam Kelas IB, Drs. H. K. M. Junaidi; S.H., Ketua PA Pandan, Drs. Ifdal, S.H.; Panitera/Sekretaris PA Pandan Jasman, S.H., rombongan pengantar dari PA Pandan serta segenap staff dan pegawai PA Lubuk Pakam Kelas IB.

Dalam sambutannya Ketua PA Lubuk Pakam Kelas IB, Drs. Nur Mujib, M.H. mengutarakan bahwa mutasi dalam dunia PNS adalah hal yang biasa, dan dalam hal ini menjadi promosi bagi Dra. Hj. Samlah karena mutasi dari Hakim di Pengadilan Agama Kelas II menjadi Hakim di Pengadilan Agama Kelas IB. Beliau juga berpesan kepada Dra. Hj. Samlah untuk segera menyesuaikan diri yang dikarenakan perbedaan jumlah perkara yang signifikan antara Pengadilan Agama Pandan dengan Pengadilan Agama Lubuk Pakam Kelas IB. Di akhir sambutan beliau berpesan kepada seluruh hadirin untuk melaksanakan tugas peradilan bagi masyarakat dengan singkat, sederhana dan dengan biaya yang ringan.

Sehari sebelumnya, seorang Jurusita Pengganti bertambah di PA Lubuk Pakam Kelas IB. Sri Wahyuni Damayanti S.H.I., dilantik pada hari Selasa, 15 Maret 2014. Acara yang juga dilaksanakan di ruang rapat PA Lubuk Pakam Kelas IB ini dihadiri oleh segenap staff dan pejabat PA Lubuk Pakam Kelas IB.

Pada bimbingannya, Ketua PA Lubuk Pakam menyampaikan bahwa Jurusita/Jurista Pengganti merupakan kawal depan dalam proses suatu persidangan. Seadil apapun putusan, apabila proses pemanggilan tidak dilakukan dengan baik dan benar, maka putusan tersebut akan cacat hukum. Tugas jurusita hanyalah menyampaikan eksploit/perintah hakim, baik itu panggilan, teguran, isi putusan kepada para pihak. Jangan mengambil resiko untuk memberikan penjelasan upaya hukum atau lainnya.

Acara ditutup dengan do’a dan saling bersalaman. (aulia)

Sumber : pa-lubukpakam.net (24/04/2014)

Berhasil Menasehati Pemohon Majelis Hakim PA Gunungsitoli Langsung Ucap Syukur

Rabu, 23 April 2014 PA-Gunungsitoli melaksanakan sidang perkara Cerai Talak dengan No.Reg 14/Pdt.G/2014/PA-Gst  yang terdaftar pada tanggal 10 April 2014 sebagai Pemohon NRT dan Termohon AT. Yang menjadi Ketua Majelis dalam persidangan adalah Drs. Jamalaba Malau, MH, Hakim Anggota Pahruddin Ritonga, S.HI dan Wendri S.Ag, MH, dan Rosman Zega, S.Ag sebagai Panitera Pengganti.
 
Pada saat sidang pertama para pihak dipanggil masuk ke ruang persidangan, yang datang saat itu hanyalah pihak Pemohon sehingga Majelis Hakim tidak bisa melaksanakan proses perdamaian sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang namun Majelis Hakim tetap memberikan nasehat kepada Pemohon agar kiranya mengurungkan niatnya untuk bercerai dari Termohon.

Majelis Hakim memberikan nasehat kepada Pemohon betapa pentingnya menjaga keharmonisan dan kebahagiaan dalam berumah tangga karena akibat dari perceraian orang tua yang paling menderita adalah si anak, secara Pemohon dengan Termohon telah dikaruniai oleh 2 (dua) orang anak yaitu laki-laki  dan perempuan.  Jadi langkah bahagianya Saudara karena telah dianugerahkan anak  yang sedang lucu-lucunya. Banyak yang kita ketahui di luar sana ada beberapa pasangan suami isteri yang telah menikah beberapa tahun, namun tidak dikaruniai anak  tetapi mereka masih merasa bahagia dan selalu bersyukur.

Bapak Ketua Majelis (Drs. Jamalaba Malau, MH)  juga menyampaikan kepada Pemohon bahwa pasangan suami isteri itu adalah manusia, tentu saja yang namanya manusia pasti bersifat salah dan lupa, bukan malaikat yang luput dari kesalahan.

Atas nasehat yang diberikan oleh Majelis Hakim Pemohon menyatakan menerima nasehat dari Majelis Hakim dan akan berusaha kembali membangun rumah tangganya yang selama ini telah terjadi perselisihan dan pertengkaran kemudian Pemohon menyatakan mencabut perkaranya.

Majelis Hakim langsung mengucapkan syukur kepada Allah SWT karena telah diberikan petunjuk kepada Pemohon untuk rujuk  kembali dengan Termohon. Kemudian Majelis Hakim melaksanakan musyawarah dan langsung membacakan penetapan pada hari itu juga pencabutan perkara yang diajukan Pemohon dikabulkan oleh Majelis Hakim.

Setelah ketua Majelis Hakim mengetuk palu sebanyak 3 x  tampak  senyum bahagia dari raut wajah si Pemohon saat menyalami Majelis Hakim dan mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya “...saohagolo pak…saohagolo...saohagolo…(…terimakasih pak…terimakasih…terimakasih…) (Red : Pahruddin Ritong, S. HI)

Sumber : pa-gunungsitoli.go.id

  • 807-d-bahrin.jpg
  • 808-d-syukron.jpg
  • 809-d-syarifuddin.jpg
  • 900-d-parlan.jpg
  • 901-s-basuni.jpg
  • 901-s-mazharuddin.jpg
  • 902-s-syaifuddin.jpg
  • 903-s-syaiful.jpg
  • 904-s-abdullah.jpg
  • 905-s-nurhayati.jpg
  • 906-s-jamaluddin.jpg