Pengadilan Agama Sibolga Terima Piagam Penghargaan dari Mahkamah Agung RI

Sibolga, 12 Oktober 2012
Tepatnya pada hari Jum’at, 12 Oktober 2012 jam 14.00 WIB yang beretempat di aula kantor walikota Sibolga, Pengadilan Agama Sibolga terima piagam penghargaan dari Mahkamah Agung RI atas perestasi Pengadilan Agama Sibolga yang meraih peringkat 5 (lima) website terbaik di jajaran lingkungan Peradilan Agama di seluruh Indonesia. Penilaian tersebut adalah dalam tiga katagori, oleh karena itu Pengadilan Agama Sibolga menerima tiga piagam penghargaan, yaitu: pertama, website ranking 5 (lima) terbaik dilingkungan pengadilan tingkat pertama secara nasional, kedua, website ranking 5 (lima) terbaik di lingkungan pengadilan tingkat pertama kelas dua secara nasional, dan ketiga website terbaik di lingkungan PTA masing-masing.

Piagam pengharagaan tersebut masing-masing diserahkan kepada Ketua Pengadilan Agama Sibolga Drs. H. Sahnan, SH, MH, yang di mulai oleh Walikota Sibolga Bapak Drs H. Syarfi Hutauruk, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan Bapak Drs. H. Soufyan Saleh, SH, dan Hakim Tinggi PTA Medan Bapak Drs. Muhsin Halim, SH, MH.

Penghargaan Kepada Walikota Sibolga

Pada kesempatan yang sama, usai penyerahan piagam Badilag MA RI kepada Ketua PA Sibolga, selanjutnya Ketua PTA Sumatera Utara menyerahkan piagam penghargaan kepada Walikota Sibolga, Drs. H. M. Syarfi Hutauruk, sebagai penghargaan atas perhatiannya kepada Pengadilan Agama Sibolga.

Ketua PTA Sumatera Utara dalam sambutannya mengatakan: “Terima kasih kepada walikota atas kesediaannya menerima kita semua dan atas dukungannya kepada Pengadilan Agama Sibolga selama ini, sehingga Pengadilan Agama Sibolga dapat meraih sukses dalam website, bahkan atas peran serta bapak walikota juga, pada bulan Juni 2012 yang lalu Pengadilan Agama Sibolga dengan sukses meraih juara umum turnamen tenis dalam rangka perebutan piala bergilir Dirjen Badilag yang diadakan di Tebing Tinggi. Oleh karena itu kami mengharapkan dukungan yang terus menerus dari Bapak Walikota kepada Pengadilan Agama Sibolga”. Selanjutnya Walikota dalam sambutan dan arahannya menyampaikan: “Selamat kepada Pengadilan Agama Sibolga yang telah meraih beberapa penghargaan terutama dalam website sebagai media informasi dalam mendukung keterbukaan informasi, ternyata Pengadilan Agama tidak hanya ahli dalam bidang hukum keagaamaan saja tetapi telah membuktikan kepada masyarakat, bahwa Pengadilan Agama juga ahli dalam bidang tekhnologi informasi, dan sekaligus telah membuktikan kepada masyarakat bahwa Pengadilan telah membuka diri untuk transparan dalam mengelola Pengadilan. Oleh karena itu saya mengharapkan agar Pengadilan Agama Sibolga tetap mempertahankan prestasi dan transparansi ini”.

Ketua Pengadilan Agama Sibolga mengatakan: “bahwa apa yang diraih oleh Pengadilan Agama Sibolga, adalah sebagai hasil semangat kerja keras dan kerjasama di seluruh jajaran aparat Pengadilan Agama Sibolga yang tentunya diawali dengan niyat yang ikhlas dari masing-masing”.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Pemko Sibolga, warga pengadilan agama di wilayah pantai barat, yaitu warga Pengadilan Agama Kota Sibolga, Pandan, Gunungsitoli, Padang Sidimpuan Kota, Padang Sidimpuan dan warga Pengadilan Agama Panyabungan. Acara berlangsung dengan sukses sampai selesai. (admin PA Sbg)

sumber: www.pa-sibolga.net (15/10/2012)

Pengadilan Tinggi Agama Medan Adakan Bintek di Pantai Barat

Pandan, 11-12 Oktober 2012
Pengadilan Tinggi Agama Medan adakan bintek terhadap hakim dan panitera/panitera pengganti, acara tersebut dilaksanakan selama dua hari, yaitu tanggal 11 Oktober s/d 12 Oktober 2012. Acara tersebut diadakan di wilayah pantai barat tepatnya di hotel Bumi Asih Pandan dengan pesertanya adalah hakim dan panitera/panitera pengganti dari Pengadilan Agama Sibolga, Pandan, Gunungsitoli, Padang Sidimpuan Kota, Padangsidimpuan dan Panyabungan.

Acara tersebut sewogianya dibuka oleh bapak ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan, namun acara yang sama dan dalam waktu yang sama pula diadakan di Medan untuk seluruh pengadilan agama wiliyah PTA Medan selain wilayah pantai barat, maka pak ketua PTA tidak dapat hadir, baru keesokan harinya pada acara penutupan bisa hadir bersama warga peradilan agama di wilayah pantai barat. Acara tersebut dibuka oleh hakim tinggi PTA Medan, yaitu bapak Drs. Muhsin Halim, SH, MH, beliau mengatakan: “Bapak Ketua tidak dapat hadir, karena ada acara yang sama di Medan, beliau mengamanahkan untuk membuka acara ini kepada saya, selanjutnya Bapak Mukhsin membacakan pidato bapak Ketua PTA Medan, yang pada pokoknya sebagai berikut: “Pengadilan Tinggi Agama agar lebih dapat diberdayakan sehingga tujuan untuk mewujudkan Peradilan Agama yang agung segera mungkin dapat dicapai”. Selanjutnya dalam pidato tersebut dijelaskan bahwa Bapak KPTA sangat menghargai semangat dan kreatifitas para Ketua Pengadilan Agama di Sumatera Utara dalam memberi dukungan terhadap arah dan kebijakan PTA Medan sebagai kawal depan Mahkamah Agung RI sebagai wujud dari komitmen kita, Alhamdulillah kita bersama-sama telah berhasil memperoleh prestasi dalam berbagai bidang, yang pantas menjadi catatan kita bersama antara lain:

1. Dalam hal penulisan buku yang berkaitan dengan tugas dan kelembagaan, kita telah meluncurkan berbagai buku, meskipun belum semuanya diperbanyak cetaknya, yaitu: a. Hukum Acara Peradilan Agama, b. Internasional Syari’ah court workshop, c. Museum Rumah Keadilan, d. Hukum teknis yusridis dan keadilan dalam perspektif hakim, e. Hukum Islam dua Negara, f. Sekilas Mahkamah Syari’ah Malasyia dan Singapura, g. Ulama di mata ummat dan hakim di mata hukum, h. Buku Dinamika Yustisia.

2. Penghargaan Justise Award dalam rangka milad 130 tahun Peradilan

PTA Medan, Ranking 5 pengelolan website PTA se Indonesia
PA Stabat, Ranking 8 Siadpa plus se Indonesia
PA Sibolga, Ranking 5 website antar PA se Indonesia
PA Sibolga, Ranking 5 website antar PA kelas 2
PA Sibolga, website terbaik PTA masing-masing
PA Stabat, Ranking 5 website antar PA kelas 1 b

3. Membangun museum rumah keadilan di PA Binjai

4. Melaksanakan seminar internasional

5. Penerapan Siadpa plus yang menggembirakan.

Di akhir pidato beliau menyampaikan selamat mengikuti acara bintek, mudah-mudahan kita akan dapat secara bersama-sama berpartisipasi dalam upaya meningkatkan profesionalisme hakim dan panitera/panitera pengganti di PTA Medan dan PA se-Sumatera Utara, Amin.

Acara tersebut dilanjutkan dengan pembahasan berkas oleh peserta dari PA masing-masing terhadap berkas PA yang lain, yaitu berkas perkara warisan, perkara cerai gugat dan berkas perkara cerai talak. Selesai acara bedah berkas diadakan rumusan hasil bedah berkas oleh masing-masing kelompok yang akan disajikan keesokan harinya pada tanggal 12 Oktober 2012, selesai penyajian hasil berkas tersebut dilanjutkan dengan keyword speaker oleh para narasumber, dan rumusan hasil pleno dari tim perumus, selanjutnya acara tersebut ditutup. Acara berlangsung dengan lancar sampai akhir. (admin PA Sbg)

sumber: www.pa-sibolga.net (15/10/2012)

Pengadilan Agama Kota Padangsidimpuan Ambil Bagian Dalam Sosialisasi Dan Penyuluhan Hukum Mengenai UU no. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Untuk Tingkat SLTA Se Kota Padangsidimpuan

 

Kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Padangsidimpuan, Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Kota Padangsidimpuan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di 8 Sekolah SLTA dengan audiensi Siswa masing-masing 10 orang setiap kali penyuluhan Hukum, ditambah dengan sejumlah guru-guru dari setiap sekolah tersebut.

Ketua Pengadilan Agama Kota Padangsidimpuan H. Riswan Lubis, S.Ag. SH,MH, dalam pengarahannya menyampaikan bahwa Penyuluhan Hukum seperti ini sangat penting bagi anak-anak tingkat SLTA dan guru, untuk bekal pengetahuan sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya penelantaran anak di masa yang akan datang akibat pergaulan bebas serta arus pergeseran nilai yang terjadi pada masyarakat kita dewasa ini.

Selain itu juga Ketua menjelaskan bahwa banyaknya kasus perceraian di Pengadilan Agama berpotensi untuk terjadinya penelantaran anak dimaksud, untuk itu diharapkan agar bisa mengantisipasi pernikahan dini, pernikahan sirri dan kelahiran anak diluar perkawinan.

Selain dari Segi Hukum Islam disajikan pula materi lain seperti Gerakan KB Nasional oleh Kepala Badan KB, PP dan PA, Sosialisasi UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak ditinjau dari hokum Pidana dari Kapolres Kota Padangsidimpuan, UU Perlindungan Anak secara Umum oleh Kabag Umum Setda Kota P. Sidimpuan, Masalah Perlindungan Anak di Kota Padangsidimpuan dari Yayasan Burangir, serta Hak-Hak anak dan orangtua ditinjau dari UU No. 23 tahun 2002, oleh Kabid Perlindungan Anak.

Pengadilan Agama Kota Padangsidimpuan tampil sebagai nara sumber dalam bidang hukum Islam yang disajikan oleh salah seorang Hakim Pengadilan Agama Kota Padangsidimpuan yaitu Drs. H. Ahmad Rasidi, SH.MH dengan bahan /materi sebagai berikut ini:

PERLINDUNGAN ANAK MENURUT HUKUM ISLAM

Disampaikan pada acara Sosialisasi Penyuluhan Hukum Perlindungan anak tingkat SMA-SMK se Kota Padangsidimpuan tahun 2012

Oleh : Drs. H. Ahmad Rasidi, SH, MH

Anak merupakan anugerah Allah SWT sekaligus menjadi amanah bagi orangtua yang harus dilindungi dan dipelihara dengan baik. Orangtua berkewajiban memberikan perlindungan dan pengajaran secara maksimal untuk pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri. Pertumbuhan dan perkembangan karakter anak sangat tergantung kepada pola pengajaran yang diberikan orangtua kepada anak tersebut,

Dalam sebuah Hadits Rasulullah SAW bersabda :

Artinya :“ Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), maka orangtuanyalah yang membentuk anak itu Yahudi, Nasroni, atau Majusi.(H.R.Muslim)

Hadits tersebut  menyatakan sucinya anak tidak mempermasalahkan lahirnya dari rahim siapa, agama apa dan status social seseorang, hanya saja setiap anak lahir dalam keadaan suci dalam pandangan Allah SWT.

Perlindungan terhadap anak menurut Ajaran Islam tidak hanya dilakukan oleh orangtua anak yang bersangkutan, tetapi juga diberikan oleh masyarakat, sebagai komunitas sosial, lembaga Pendidikan, dan Pemerintah, bahkan dunia Internasional harus ambil bagian dalam rangka perlindungan anak tersebut. Dalam hal kewajiban orangtua  memberikan perlindungan kepada anak dapat dilakukan dalam bentuk :

  1. Jaminan mendapatkan kehidupan yang layak

Orangtua wajib memberikan nafkah kepada anaknya nafkah dimaksud dalam bentuk kebutuhan pokok hidup seperti makan pakaian dan tempat tinggal

  1. Jaminan mendapatkan pendidikan yang baik
  2. Jaminan mendapatkan perlindungan  dari ancaman kekerasan pisik dan mental, serta perilaku penganiayaan dan pembiaran atau penelantaran.
  3. Jaminan mendapatkan pendidikan ruhani/sipiritual, agar anak tumbuh dan berkembang menjadi anak yang berbudi pekerti dan shaleh.

Dalam Al-qur’an surat An-Nisa ayat 9 disebutkan :

Artinya : Dan Hendaklah para orangtua merasa khawatir menakala meninggalkan anak dan keturunan mereka menjadi keturunan yang lemah, hendaklah mereka merasa takut dan bertakwalah kepada Allah dan berkatalah kepada mereka dengan perkataan yang baik.

Ayat tersebut mengisyaratkan supaya orangtua merasa kawatir kalau-kalau mereka meninggalkan anak mereka yang lemah, lemah dalam arti lemah fisiknya, lemah pengetahuannya, lemah ekonominya dan atau lemah mental/sipiritualnya termasuk imannya.

Tentang jaminan keselamatan hidup dan terhindar dari ancaman kekerasan fisik dan mental , orangtua wajib memberikan perlindungan yang baik, agar anaknya tidak mendapatkan kekerasan, penganiayaan, dalam hal ini disebutkan dalam Surat Al-An-‘am ayat ke 151 berbunyi :

Artinya : Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut miskin kami memberikan rezki kamu dan rezki mereka;

Dalam Surat Al-Isro’ ayat 31 juga disebutkan

Artinya : Dan janganlah kamu membunuh anak kamu karena takut miskin kami yang memberikan rezki mereka dan juga kamu, sesungguhnya membunuh itu adalah dosa yang sangat besar.

Penomena yang terjadi pada masyarakat kita dewasa ini adalah penganiayaan terhadap anak, penelantaran dan bahkan pembunuhan karena berbagai faktor adalakanya karena faktor ekonomi, faktor moral karena kelahiran anak tidak dinginkan oleh orangtuanya dan lain sebagainya.

Beberapa faktor penyebab yang berpotensi menelantaran anak antara lain:

  1. Anak terlalu banyak, dalam hal ini orangtua tidak sanggup untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap anak karena terlalu banyak, sedangkan ekonominya tidak mendukung untuk memberikan perlindungan dan kebutuhan anak sebagaimana mestinya;
  2. Terjadi perkawinan dini, Dalam hal ini perkawinan berpotensi untuk melakukan penelantaran anak, karena orangtua tidak cukup dewasa dan matang untuk persiapan mempunyai keturunan;
  3. Perceraian orangtua;, Dalam hal ini penelantaran terjadi karena akibat perceraian orangtua, berdampak negatif terhadap kesejahteraan anak-anak mereka. Manakala terjadi perceraian antara ibu apaknya, maka si anak secara hukum Islam dipelihara oleh salah seorang ibu atau bapaknya, dan kalau tidak memungkinkan, dapat dipelihara oleh orang-orang dekat dari pihak keluarga dalam garis lurus atau keluarga dalam garis datar (seperti saudara), untuk kemaslahatan bagi anak. Dalam Undang-Undang No. 23 tahun 2002, juga memprioritaskan bahwa anak tersebut dipelihara oleh ibu Bapak yang dapat memberikan kemaslahatan terbaik bagi anak tersebut.
  4. Perkawinan Di bawah tangan (sirri), Perkawinan di bawah tangan, secara hokum tidak dapat dipertanggung jawabkan sehingga anak anak menjadi korban penelantaran, oleh karena itu harus dihindari perkawinan sirri tersebut, sebab akan menimbulkan dampak buruk terhadap anak dibelakan hari.
  5. Perkawinan Poligami, Sesungguhnya Islam tidak membenarkan poligami secara liar dan Islam tidak menganut system perkawinan poligami, kalaupun dimungkinkan harus mendapat izin Pengadilan Agama setelah terpenuhi syarat-syarat untuk itu.
  6. Kelahiran anak Cacat , sering anak ditelantarkan orangtua kareana dianggap sebagai aib dan tidak diinginkan oleh keluarga;
  7. Kelahiran anak di luar nikah, Hal ini biasanya akan berdampak kepada penelantaran anak bahkan ada pula sampai pengguguran kandungan, karena merupakan aib keluarga dan takut malu.

(sumber : pa-kotapadangsidempuan.net(10/10/12))

ARISAN dan HALAL BIHALAL DYK CABANG BINJAI


Bertempat di ruang sidang utama gedung Pengadilan Agama Binjai, Dharma Yukti Karini Cabang Binjai melaksanakan arisan sekaligus halalbihalal pada hari Jum’at tanggal 28 September 2012. Dalam acara tersebut, selain arisan rutin dilaksanakan juga pengajian/siraman rohani dalam rangka halalbihalal DYK Cabang Binjai. Siraman rohani disampaikan oleh Ustadz Pandapotan Harahap. Dalam ceramahnya, ustadz berpesan kepada para ibu-ibu, isteri pendukung suami, agar senantiasa mengamalkan surat wal ashri. Yaitu tetap beriman dan beramal sholeh dan saling mengingatkan, memberi nasehat dalam kebenaran dan tetap bersabar, karena semua itu akan memberikan keuntungan kepada kita, sehingga kita tidak termasuk orang-orang yang merugi. Namun dalam memberi nasehat hendaklah dengan arif dan bijaksana, bilhikmah. Sesuatu yang baik apabila disampaikan dengan cara yang baik tentu akan membawa hasil dan kesan yang baik pula. Demikian sebagian isi dari siraman rohani ustadz tersebut.

 

Ketua Pengadilan Agama Binjai, Drs. H. Almihan, SH, MH, selaku Pembina DYK Cabang Binjai dalam sambutannya menyambut baik kegiatan DYK ini disamping arisan yang rutin dilaksanakan setiap bulan diselingi dengan acara yang memberi manfaat bagi ibu-ibu, misalnya belajar bagaimana cara menghidangkan makanan (tataboga), membuat cake, belajar menjahit dan lain sebagainya pendidikan dan pelatihan yang bermanfaat bagi kemajuan ibu-ibu dan juga ceramah pengembangan potensi diri, pembinaan mental melalui ceramah kesehatan dan ceramah agama.
Arisan rutin DYK ini dilaksanakan satu bulan sekali secara bergiliran, kalau bulan ini arisan dilaksanakan di PA Binjai, maka bulan berikutnya dilaksanakan di gedung PN Binjai, demikian seterusnya. Namun arisan bulan ini ada acara tambahan yaitu sekaligus halal bihalal dan anjangsana ke Museum Rumah Keadilan.

(sumber : pa-binjai.net(09/10/12))

Rapat di Pengadilan Agama Simalungun
"Belajar dan Terus Belajar"

Simalungun, 9 Oktober 2012.

Apa yang telah kita kerjakan, apa yang telah kita hasilkan, apa hambatan yang kita hadapi dan apa solusinya,  seluruhnya dalam lingkup pelaksanaan tugas kedinasan maupun non kedinasan di Pengadilan Agama Simalungun, begitulah pertanyaan yang timbul dan dibahas pada hari Selasa 10 Oktober 2012 di Pengadilan Agama Simalungun.

Dibuka oleh Panitera/Sekretaris, rapat berjalan dengan suasana santai namun serius, dalam rapat tersebut , para peserta rapat dimulai dari bagian kesekretariatan, kepaniteraan, hakim pengawas bidang, tenaga honorer sampai kepada pengurus organisasi non kedinasan dipersilahkan menyampaikan hasil kerja, kendala yang dihadapi sampai usul solusi permasalahan yang ada.

Tak ada manusia yang salah terus, tak ada pula manusia yang benar terus, begitulah yang disampaikan oleh Wakil Ketua dalam arahannya dalam rapat tersebut. Selanjutnya wakil Ketua mengajak seluruhnya untuk terus belajar, belajar dan belajar dalam menyikapi perkembangan yang ada untuk menghasilkan kerja yang maksimal.

Ketua Pengadilan Agama Simalungun memberikan arahan secara rinci sesuai bidang tugas masing-masing sebagai acuan untuk dilaksanakan di hari-hari yang akan datang.

Penanganan tugas mesti dilakukan secara serius dan mesti tuntas sesuai dengan target,  Ketua tetap menekankan ketelitian, kehati-hatian dalam melaksanakan tugas dan jangan sungkan untuk mengechek ulang pekerjaan tersebut guna menghindari kesalahan.

Tak lupa Ketua mengingatkan sebagai makhluq social, manusia tak dapat hidup sendiri, kerja sendiri, pasti kita membutuhkan orang lain, untuk itu Ketua mengajak seluruhnya agar terus menggalang kerjasama serta menumbuh kembangkan saling pengertian di antara sesama sehingga mampu mewujudkan suasana kerja yang kondusif serta tak mustahil akan membuahkan hasil kerja yang diharapkan.

Akhirnya rapat ditutup, dengan doa dan harapan, semoga pertemuan ini, pertemuan yang di ridhoi Allah begitu juga perpisahan ini menjadi perpisahan yang diridhoi Allah. 

By phoels

sumber: www.pasimalungun.net (09/10/2012)

  • 969-s-rafiuddin.jpg
  • 970-s-abdul-mannan-hasyim.jpg
  • 971-s-ahsin-abdul-hamid.jpg
  • 972-s-imaluddin.jpg
  • 973-s-zainal-arifin.jpg
  • 974-s-yunadi.jpg
  • 975-s-imron.jpg
  • 976-s-rokhanah.jpg
  • 977-s-zainullah.jpg
  • 978-s-nasri.png