
PTA Medan Gelar Rapat Monitoring Capaian Kinerja Triwulan I Tahun 2026, Mayoritas Indikator Lampaui Target
Medan — Pengadilan Tinggi Agama Medan menggelar Rapat Monitoring Capaian Kinerja Triwulan I Tahun 2026 pada Kamis, 30 April 2026, bertempat di Ruang Sub Bagian Perencanaan PTA Medan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan program dan target kinerja pada triwulan pertama tahun 2026.

Rapat dibuka oleh Kepala Sub Bagian Rencana Program dan Anggaran, M. Syahrur Ramadhan, S.H., M.H., yang menyampaikan hasil capaian kinerja triwulan I. Dalam paparannya dijelaskan bahwa sebagian besar indikator kinerja telah melampaui target sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2026. Namun demikian, masih terdapat indikator yang belum dapat diinput, yakni IKPA DIPA 01 dan DIPA 04, karena masih menunggu surat edaran dari KPPN terkait penginputan capaian output pada aplikasi SAKTI.
Peserta rapat yang hadir terdiri dari:
-
M. Syahrur Ramadhan, S.H., M.H. – Kasubag Rencana Program dan Anggaran
-
Siti Zubaidah S.M. Lubis, S.Sos., M.M. – Staf Rencana Program dan Anggaran
-
Ika Nindya Kartika, S.E. – Fungsional Rencana Program dan Anggaran
-
Sri Melda Sitorus, S.H. – Staf Rencana Program dan Anggaran
-
Syahlil Padli, S.Kom. – Staf Rencana Program dan Anggaran
-
Dwi Bunga Anggraini Simatupang, S.H. – Staf Kepaniteraan Banding
-
Rika Armayanti, A.Md.A.B. – Staf Kepaniteraan Hukum
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa indikator Persentase Perkara yang Diselesaikan Tepat Waktu dengan target 97 persen berhasil direalisasikan 100 persen, sehingga capaian mencapai 103,09 persen. Seluruh perkara yang masuk selama Januari hingga Maret dapat diselesaikan tepat waktu.
Selain itu, indikator Persentase Perkara Perdata Tingkat Banding yang Menggunakan E-Court juga menunjukkan hasil sangat baik. Dengan target 80 persen, realisasi triwulan I mencapai 110,3 persen, menandakan optimalisasi pemanfaatan layanan peradilan berbasis elektronik di lingkungan PTA Medan.
Pada aspek pengelolaan anggaran, nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) baik pada DIPA 01 maupun DIPA 04 menunjukkan tren peningkatan dari bulan ke bulan. Hal ini menjadi indikator positif atas komitmen satuan kerja dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan anggaran secara efektif dan akuntabel.
Rapat berlangsung dengan lancar dan ditutup setelah seluruh agenda pembahasan selesai. Melalui kegiatan monitoring ini diharapkan capaian kinerja PTA Medan pada triwulan berikutnya semakin optimal serta seluruh target strategis tahun 2026 dapat tercapai dengan baik. (tsf)
Medan — Seluruh jajaran Subbagian Perencanaan Program dan Anggaran Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Medan mengikuti kegiatan Sosialisasi Aplikasi e-Monev Bappenas Generasi 4 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung Republik Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Subbagian Rencana Program, Muhammad Syahrur Ramadhan, S.H., M.H., bersama seluruh Staf Subbagian Perencanaan Program dan Anggaran. Pelaksanaan sosialisasi dipusatkan di Ruangan Subbagian Perencanaan Program dan Anggaran PTA Medan dengan menggunakan satu akun Zoom sesuai dengan ketentuan panitia.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pengendalian Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja K/L) Triwulan I Tahun Anggaran 2026 melalui aplikasi e-Monev Bappenas, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pengenalan dan penyempurnaan penggunaan aplikasi e-Monev Bappenas Generasi 4.
Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh narasumber dari Bappenas dan Kementerian Keuangan yang membahas secara mendalam terkait pelaporan monitoring, evaluasi, serta pengendalian pelaksanaan program dan anggaran. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme pelaporan yang terintegrasi, peningkatan kualitas data, serta sinkronisasi antara perencanaan dan realisasi anggaran.

Kepala Subbagian Rencana Program, Muhammad Syahrur Ramadhan, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaporan program. “Dengan adanya pembaruan pada aplikasi e-Monev Bappenas Generasi 4, diharapkan seluruh staf dapat lebih optimal dalam menyusun laporan yang akurat, tepat waktu, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Subbagian Perencanaan Program dan Anggaran Pengadilan Tinggi Agama Medan berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja serta mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program dan anggaran. (tsf)

Saat Medan mendung kelabu, di bawah langit Jakarta yang berpendar lembut oleh cahaya pagi, Balairung Mahkamah Agung Republik Indonesia pada Rabu, 22 April 2026, menjelma ruang yang tak sekadar megah, tetapi sarat makna. Di sanalah, denyut keadilan Indonesia seolah dipusatkan—bukan hanya dalam seremoni, melainkan dalam ikrar yang diam-diam mengikat: puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Ikatan Hakim Indonesia.
Tema yang diusung, “Hakim Terpercaya, Rakyat Sejahtera,” terasa lebih dari sekadar rangkaian kata. Ia hadir sebagai refleksi panjang perjalanan profesi hakim—sebuah pengingat bahwa kepercayaan publik bukan hadiah, melainkan sesuatu yang terus diperjuangkan di tengah perubahan zaman.
Sejak pagi, para hakim dari seluruh penjuru negeri hadir dalam satu ruang yang sama, meski tidak semuanya secara fisik. Sebagian duduk khidmat di balairung dengan balutan batik, sementara lainnya terhubung melalui layar digital dari daerah-daerah yang jauh. Jarak tak lagi menjadi batas; teknologi merajut kebersamaan dalam satu semangat pengabdian.
Para pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Medan pun sama, ketua PTA Medan Dr. Insyafli, MHI dan para hakim tinggi PTA Medan, kumpul bersama di aula untuk menyambut perayaan akbar HUT Ikahi ke 73. Meskipun secara zoom, perayaan itu tampak khidmat dan penuh makna.

Sementara itu, potret di Jakarta tampak barisan kursi diisi oleh Ketua Mahkamah Agung, para Wakil Ketua, Ketua Muda, hingga jajaran pejabat eselon I sampai IV. Namun, kehadiran mereka bukan sekadar formalitas struktural—melainkan simbol kesinambungan nilai, penjaga garis tipis antara hukum yang tertulis dan keadilan yang dirasakan.
Ketika lagu kebangsaan bergema, disusul Hymne dan Mars IKAHI, suasana menjadi hening yang penuh arti. Seolah setiap nada mengingatkan bahwa profesi hakim bukan hanya soal kewenangan, tetapi juga tanggung jawab moral yang panjang dan sunyi.
Dalam pidatonya, Ketua Mahkamah Agung, Sunarto, menyampaikan pesan yang sederhana namun tajam, “Kepercayaan publik adalah fondasi utama bagi tegaknya kekuasaan kehakiman. Tanpa kepercayaan, putusan pengadilan akan kehilangan maknanya di mata masyarakat.”
Ia juga menegaskan, “Integritas hakim bukan hanya tuntutan institusi, tetapi merupakan kebutuhan mutlak agar hukum benar-benar menjadi alat keadilan, bukan sekadar aturan yang kering.”
Kutipan itu menggema di dalam ruang, seperti cermin yang memantulkan realitas: bahwa di tengah arus opini, tekanan, dan kepentingan, hakim dituntut tetap berdiri tegak—tidak goyah oleh apa pun selain nurani dan hukum.
Perayaan ini pada dasarnya bukan tentang angka 73, melainkan tentang perjalanan panjang yang diwarnai ujian. Dalam sunyi ruang sidang, jauh dari sorotan publik, para hakim bekerja di antara harapan masyarakat dan kompleksitas perkara. Mereka tidak hanya memutus perkara, tetapi juga menimbang rasa keadilan yang sering kali tak kasatmata.
Momentum ini menjadi ruang refleksi bersama: bahwa integritas adalah harga mati, profesionalitas adalah kehormatan, dan kepercayaan publik adalah tujuan yang harus terus dijaga. Tanpa itu, lembaga peradilan akan kehilangan ruhnya.
Dari Jakarta, gema peringatan ini menjalar ke seluruh penjuru Indonesia. Para hakim yang mengikuti secara daring tetap merasakan denyut yang sama—sebuah kesadaran kolektif bahwa keadilan tidak boleh terpecah oleh jarak dan batas wilayah.

Pada akhirnya, peringatan ini bukanlah puncak, melainkan titik jeda untuk menengok ke dalam. Sebuah pengingat bahwa tugas hakim tidak selesai di ruang sidang, dan kepercayaan publik tidak dibangun dalam sehari.
Di balik palu yang diketukkan, ada janji yang terus diuji. Dan di luar gedung megah itu, rakyat tetap menunggu—bukan hanya putusan, tetapi keadilan yang benar-benar hidup, terasa, dan dapat dipercaya. (am/redaksi)
Medan, 2026 — Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Medan, Dr. Insyafli, bersama seluruh Hakim Tinggi PTA Medan mengikuti Seminar Nasional Hari Ulang Tahun ke-73 Ikatan Hakim Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting.
Seminar nasional tersebut mengangkat tema “Penidanaan Dalam KUHP 2023 dan KUHAP 2025: Implementasi Pidana Non-Penjara dan Tindakan Dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia.” Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para hakim untuk memperdalam pemahaman terhadap perubahan regulasi hukum pidana yang akan berlaku di Indonesia.
Dalam seminar tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan dari narasumber kompeten mengenai konsep pidana non-penjara, penerapan pidana alternatif, serta implementasi kebijakan baru dalam sistem peradilan pidana nasional. Pembahasan ini menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih humanis, berkeadilan, serta berorientasi pada pemulihan (restorative justice) dalam penyelesaian perkara pidana.
Selain itu, seminar juga membahas kesiapan aparat penegak hukum dalam menghadapi perubahan regulasi, termasuk penyesuaian praktik peradilan serta tantangan implementasi di lapangan. Hal ini menjadi penting guna memastikan bahwa perubahan dalam KUHP 2023 dan KUHAP 2025 dapat berjalan secara efektif dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Kehadiran Ketua PTA Medan bersama seluruh Hakim Tinggi menunjukkan komitmen PTA Medan dalam meningkatkan kompetensi dan wawasan aparatur peradilan, khususnya dalam menghadapi dinamika perkembangan hukum nasional.
Melalui kegiatan ini diharapkan para hakim dapat mengimplementasikan pemahaman yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas, sehingga mampu menghasilkan putusan yang berkualitas, profesional, serta selaras dengan perkembangan sistem hukum di Indonesia.

Medan, 15 April 2026 – Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Medan menghadiri kegiatan Ziarah Rombongan dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 yang dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan, Medan.
Kegiatan ziarah rombongan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Sumatera Utara yang bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan serta pembangunan daerah.
Acara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, serta pejabat pemerintah daerah di lingkungan Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga, serta diakhiri dengan tabur bunga di makam para pahlawan.

Kehadiran Ketua PTA Medan dalam kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus wujud dukungan terhadap peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumatera Utara.
Melalui kegiatan ini diharapkan semangat perjuangan para pahlawan dapat terus menjadi inspirasi dalam menjalankan tugas dan pengabdian, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta membangun Sumatera Utara yang lebih maju.
