pta-medan.go.id
medan/12-8/10
Memasuki hari kedua Ramadhan, sebagai kurikulum Ramadhan tahun di madrasah Ramadhan Pengadilan Tinggi Agama Medan, melaksanakan pengajian dan tausiyah yang hari kedua diisi oleh Wakil Ketua PTA Medan, Drs. H. Syahron Nasution, SH., MH. Beliau menjelaskan tentang hakikat berpuasa. Puasa adalah menahan hawa nafsu, yaitu dengan tidak makan dan minum yang paling terpenting adalah pengendalian diri terhadap hal- hal yang menyesatkan diri kita sendiri.
Beliau juga menyampaikan kisah phenomenal dua insan manusia yang memiliki kecintaan terhadap TuhanNYA dimana mereka sosok manusia pertama yang diciptakan dimuka bumi ini dan diperkenankan tinggal di surga Allah boleh memakan segala yang ada disurga kecuali satu pohon yang dilarang untuk dimakan, namun karena godaan Syaitan yang terkutuk akhirnya merekapun tidak mampu mengendalikan hawa nafsu mereka hingga akhirnya mereka memakan buah tersebut dimana menurut ahli tafsir adalah “buah Khuldi” sehingga akhirnya Allah murka terhadap perbuatan mereka lalu mengusir keduanya dari surga Allah.
Dari kisah diatas mengajak kita untuk sungguh- sungguh berjuang melawan hawa nafsu kita sehingga potensi kejahatan dan kebaikan yang ada dalam diri kita benar- benar dapat kita kendalikan dan pada akhirnya kita dapat menjalankan hidup dan kehidupan ini dibawah keridhoan Allah SWT.
Dan ingatlah bahwa dunia ini ibaratnya “sijnun” (penjara.red) bagi kaum muslim, dan surga bagi kaum kafir. Dan juga harus diingat bahwa kita (manusia.red) senantiasa diawasi dan dicatat oleh malaikat rakib atid.
Semoga Ramadhan tahun ini dapat memberikan kepada pelajaran dan hikmah untuk dapat mengendalikan hawa nafsu, karena kalau manusia dapat mengendalikan hawa nafsu hakikatnya ia dapat mengalahkan musuhnya sendiri.


