
Pandan, Jumat, 4 Juli 2025 — Suasana apel sore di lingkungan Pengadilan Agama Pandan terasa berbeda dari biasanya. Selain menjadi bagian dari agenda rutin dalam menjaga kedisiplinan dan mengevaluasi kinerja pegawai, apel kali ini menjadi momen yang penuh makna karena dihadiri langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan, Yang Mulia Dr. H. Abdul Hamid Pulungan, S.H., M.H., yang hadir sebagai pembina apel.
Kehadiran Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan dalam kegiatan apel sore ini merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi segenap aparatur Pengadilan Agama Pandan. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan sejumlah arahan penting yang menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan publik di lingkungan peradilan agama.

Beberapa hal pokok yang ditekankan oleh beliau antara lain adalah pentingnya menjaga profesionalisme dalam setiap aspek pekerjaan, menjunjung tinggi integritas dengan tidak bekerja secara transaksional, serta memperkuat koordinasi dan sinergi antarpegawai agar tercipta lingkungan kerja yang solid dan efisien. Selain itu, beliau juga menekankan agar seluruh aparatur senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para pencari keadilan yang membutuhkan kepastian hukum dan akses terhadap layanan yang adil dan bermartabat.
Yang membuat apel sore ini semakin berkesan adalah pengumuman resmi yang disampaikan langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan, bahwa dirinya akan memasuki masa purnatugas terhitung mulai Sabtu, 5 Juli 2025. Dengan suara yang tenang namun penuh rasa haru, beliau menyampaikan salam perpisahan kepada seluruh peserta apel, seraya menyampaikan terima kasih atas kerja sama, dukungan, dan dedikasi yang telah diberikan oleh jajaran Pengadilan Agama Pandan selama masa kepemimpinannya.

Setelah penyampaian amanat dan salam perpisahan, apel sore dilanjutkan dengan sesi foto bersama, yang menjadi simbol kebersamaan dan penghormatan terakhir dari seluruh pegawai Pengadilan Agama Pandan kepada sosok pemimpin yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan lembaga peradilan agama di Sumatera Utara.
Kegiatan apel sore ini tidak hanya menjadi momen evaluatif, tetapi juga reflektif—sebuah pengingat akan pentingnya pengabdian dengan niat yang lurus dan semangat yang tulus. Semangat dan pesan yang ditinggalkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan di penghujung masa tugasnya diharapkan dapat menjadi warisan nilai dan motivasi bagi seluruh aparatur peradilan dalam meneruskan tugas mulia memberikan keadilan kepada masyarakat.