Ceramah Bakda Zuhur Ramadhan di Musalla PTA Medan

Keutamaan Shodakah dan Balasan Orang yang Bakhil

Oleh: Drs. H. Syazili Mathir, SH, MH

PTA Medan , Kamis, 02-07-2015

Ceramah Ramadhan 1436 H  ba'da sholat Zuhur pada hari Kamis  2 Juli 2015 berlangsung di Musholla Al Mizan PTA Medan bertindak selaku pencermah Drs. H.M Syazili Mathir,MH Hakim  Pengadilan Tinggi Agama Medan dan Moderator/Pembawa Acara  Burhanuddin Harahap, SH.,MH 

Acara dihadiri Ketua PTA Medan Drs. H.Moh.Thahir, SH.,MH, para Hakim Tinggi Pejabat Struktural Fungsiaonal.

Dalam ceramahnya Drs.H.M Syazili Mathir, MH. menguraikan tentang keutamaan orang yang selalu bershodakah teutama dilakukan di bulan ramadhan yang pahalanya berlipat ganda dan balasan orang yang pelit atau bakhil di akahirat nanti.

Sebagai contoh dan perumpamaan orang yang bekgil. beliau menguraikan dalil dalam alquran surat Al Imran ayat 180

وَلا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ ÇÊÑÉÈ

Artinya: sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Dalam ayat lain Allah berfirman ( At Taubah- 34-35).

 

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ اْلأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ ÇÌÎÈ يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ ÇÌÍÈ

Artinya: 34. Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,

35. pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu."

Kemudian di ceritakan oleh HM Syazili Mathir, Dalam suatu kisah diriwayatkan bahwa pada suatu subuh, ketika nabi Muhammad SAW sedang duduk-duduk di masjid bersama beberapa sahabat selepas sholat, tiba-tiba masuk seorang Muslimah sambil menagis dan berkata : “Ya Rasulullah, obatilah tanganku yang lumpuh ini”  Sejak kapan tanganmu lumpuh ?. Tanya Rasul. “ Baru sejak bangun tidur tadi pagi Ya Rasulullah” Kemudian perempuan (Muslimah) itu bercerita Tadi malam dia bermimpi hari kiamat telah tiba, dan kepadanya diperlihatkan neraka dan surga. Ketika melihat neraka, dia terkejut melihat ibunya sedang disiksa didalamnya. Di tangan ibunya tergenggam segumpal lemak dan selembar kain. Dengan kedua benda itu ibunya mencoba menangkis sengatan api neraka . Perempuan itu bertanya kepada ibunya ; “Ibu mengapa masuk neraka, sedangkan ibu selalu menegakkan sholat dan ketika ibu wafat ayah selaku suami ibu telah rela kepada ibu.?” Ibunya menjawab : “ Anakku, aku masuk neraka bukan karena meninggalkan sholat atau durhaka pada suami, tetapi aku masuk neraka karena aku bakhil “. Apa yang ditangan Ibu ? Tanya perempuan itu. “ Anakku inilah barang yang pernah aku sedekahkan dulu. Seandainya sedekahku dulu banyak tettu aku akan dapat menangkis jilatan api neraka ini. “ Dimana Ayah ?” Tanya perempuan itu pula . “ Ayahmu orang yang dermawan, dia ada di dalam sorga jawab ibunya.

Kemuadia aku pergi ke sorga menemui ayahku “ kata perempuan itu melanjutkan ceritanya ‘ Di Sorga aku lihat ayahku sedang membag-bagi air dari telagamu Ya Rasulullah . Lalu aku bertanya kepada Ayahku : “ Ayah Ibu di neraka sangat membutuhkan air ini, mengapa ayah tidak memberikan kepadanya ?.  Ayahku waktu itu menjawab : “ Anakku, air ini khusus untuk mereka yang dermawan, Ibumu orang yang bakhil karena itu dia tidak berhak memperoleh air dari telaga Rasul “.

Maka diam-diam akau ambil air itu satu gayung untuk aku berikan kepada Ibuku. Tiba-tiba di tengah jalan terdengar suara yang berkata : “Hai perempuan yang mengambil air telaga Rasul tanpa hak, lumpuhlah tangannu” Mendengar suara itu aku terkejut dan terbangun dari tidurku, Ya Rasulullah. Tetapi anehnya tanganku benar-benar menjadi lumpuh. Oleh karena itu, setelah sholat subuh , Saya menghadap kemari karena yakin hannya dengan perantaraanmu tanganku dapat sembuh kembali “

Mendengan kisah perempuan tesebut, Nabi Muhammad SAW besabda : “ Mimpimu adalah RUKYAH SODIQOH, mimpi yang benar” Kemudian dengan tongkatnya Nabi menyentuh tanga perempuan yang lumpuih itu dan mendoakannya sehingga tangan itu sembuh kembali.

Demikian cerita orang yang dermawan dan bakhil yang disampaikan penceramah di musalla Al Mizan PTA Medan Kamis 2 Juli 2015. (hba)

             

  • 806_armen.jpg
  • 807_miharza.jpg