Pelepasan dan Pengantar Tugas Pegawai PTA Medan

Pengadilan Tinggi Agama Medan menggelar acara pelepasan dan pengantar tugas dua orang Pegawai yaitu;
- Saiful Alamsyah, S.Ag, S.H., M.H., M.M, Jabatan Panitera Pengganti PTA Medan berdasarkan SK Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Nomor: 1360/DJA/KP.04.6/SK/6/2015, tanggal 17 Juni 2015 mutasi menjadi Wakil Panitera pada Pengadilan Agama Lubuk Pakam Kelas I.B.
- Sri Fitriati, S.Kom, staf pada Kasub Bagian Umum PTA Medan berdasarkan Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor : 59/SEK/Mts.06.1/9/2015, tanggal 11 September 2015, mutasi menjadi Pengadministrasi Umum pada Pengadilan Tinggi Agama Palembang.
Acara pelepasan dan pengantar tugas dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 7 Oktober 2015 mulai pukul 14.00 WIB. Pembaca acara dipercayakan kepada Sdr. Adelaida Rangkuti, S.H., M.M. Setelah pembukaan dilanjutkan dengan Kesan dan Pesan yang disampaikan oleh Saiful Alamsyah dan Sri Fitirati.
Baik Saiful Alamsyah dan Sri Fitriati yang lebih dikenal dengan panggilan Tya, menyampaikan kesan yang mendalam selama bertugas di PTA Medan. Saiful begitu panggilan akrabnya menuturkan hampir 3 tahun lebih bertugas di PTA Medan, banyak kenangan indah yang tak terlupakan, namun yang penting adalah ucapan terima kasih kepada Pimpinan PTA Medan, Hakim TInggi, Panitera/Sekretaris, Wapan atas bimbingan dan arahan serta petunjuk dalam pelaksanaan tugas sebagai Panitera Pengganti PTA Medan. Tidak lupa juga Saiful memohon maaf atas segala kesalahan baik dalam kata maupun perbuatan selama bertugas PTA Medan.
Sementara itu Tya juga menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf kepada Pimpinan, Hakim Tinggi, Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional serta seluruh Pegawai dan Honorer PTA Medan, Tya juga menyampaikan kesan-kesannya selama di PTA Medan yang kadang disambut tawa dari hadirin.

Ketua PTA Medan, Drs. H. Moh. Thahir, S.H., M.H, dalam bimbingannya menyampaikan, bahwa PTA Medan merasa kehilangan dengan mutasinya dua orang pegawai ini, kalau Hakim Tinggi yang mutasi beberapa hari yang lalu ada penggantinya, sementara dua orang pegawai ini tidak ada penggantinya. Kita bisa saja mengambil pegawai dari daerah, ujarnya melanjutkan, namun daerah juga akan kehilangan pegawainya karenanya senyatanya pegawai kita kurang, kita memindahkan pegawai daerah ke PTA jangan sampai membuat PA menjadi lumpuh karena kekurangan SDMnya. Kita harus bisa memberdayakan pegawai yang ada, sehingga tugas-tugas yang ditinggalkan oleh dua orang pegawai ini dapat dikerjakan oleh pegawai yang lain yang ada di PTA Medan.
PTA merasa kehilangan ahli komputer, karena Tya ini menjadi guru, bahkan murid-muridnya adalah Hakim Tinggi, bahkan KPTA sendiri adalah muridnya, ujar Ketua. Saya tidak malu belajar kepada Tya, saya sering bertanya tentang masalah komputer. Ilmu itu kalau dibagi bermanfaat bagi orang lain akan menjadi amal jariyah. Jadilah orang yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain, pesan Ketua. Bekerjalah dengan baik ditempat yang baru sehingga timbul kesan yang baik bahwa pindahan dari PTA Medan memang bagus dan brilian. Jangan jadi benalu yang menyusahkan orang lain sehingga juga timbul kesan negative, oh, begini kah pindahan dari PTA Medan ini.

Atas nama pimpinan, Ketua juga mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi Pak Saiful dan Bu Tya selama bertugas di PTA Medan. Saling memaafkan adalah yang terbaik. Meskipun kita berpisah namun silaturrahmi tetap berlanjut, dengan dibantu oleh kecanggihan teknologi saat ini sangatlah mudah untuk kita saling berkomunikasi dalam waktu yg sangat singkat dan harga yg sangat murah, ujar Ketua mengakhiri arahannya.
Setelah arahan Ketua PTA Medan acara dilanjutkan dengan pemberian cindera mata, ditutup dengan doa oleh Drs. H. Syofyan Sauri, S.H. dan diakhiri dengan bersalam-salaman. (amr)