PENGANTAR TUGAS WAKIL KETUA PTA MEDAN SERTA PERKENALAN KPTA DAN WKPTA MEDAN YANG BARU

Dr. Hj. Djazimah Muqoddas, S.H., M.Hum., Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan mendapat promosi menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bengkulu dan telah diambil sumpah dan dilantik oleh Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Prof. Dr. H.M. Hatta Ali, S.H., M.H., pada hari Kamis, tanggal 24 Maret 2016, bertempat di ruang Prof. Dr. M. Kusumah Atmaja, lantai 14 Gedung Mahkamah Agung RI Jakarta, bersamaan dengan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan 32 Ketua Pengadilan Tingkat Banding, 22 dari Pengadilan Tinggi, 8 dari Pengadilan Tinggi Agama dan 2 dari Pengadilan Militer Tinggi.
Pengadilan Tinggi Agama Medan melaksanakan acara pengantar tugas sekaligus melepas Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan untuk memulai tugasnya di PTA Bengkulu. Acara pengantar tugas dan perpisahan digelar pada hari Selasa tanggal 29 Maret 2016 bertempat di gedung PTA Medan. Hadir dalam acara tersebut adalah Ketua, Wakil Ketua, Hakim Tinggi, Pejabat Kepaniteraan dan Kesekretariatan, Pegawai dan Honorer PTA Medan serta undangan Ketua, Wakil Ketua, Panitera dan Sekretaris Pengadilan Agama sewilayah Sumatera Utara.
Dr. Hj. Djazimah Muqoddas, S.H., M.Hum., menyampaikan kesan dan pesan bahwa awalnya mendengar mutasi ke PTA Medan merasa sedih karena bertambah jauh, dan terbayang bahwa Medan adalah negeri batak, orangnya kasar, suaranya keras, tapi ternyata setelah bekerja di Medan bayangan orang medan kasar dan keras menjadi sirna. Orang Medan baik-baik semua, meski suara keras tapi berhati lembut, sehingga selama 1 tahun 2 bulan mengabdi di PTA Medan menjadi tidak terasa.
Bu Djazimah juga menyampaikan terima kasih atas kerjasama, dukungan dan bantuan para hakim tinggi, pejabat kepaniteraan/kesekretariatan dan seluruh pegawai serta honorer dalam melaksanakan tugas sebagai pimpinan PTA Medan. Tidak lupa bu Djazimah mohon maaf atas segala kesalahan dan kesilapan dalam bergaul selama bertugas di PTA Medan.

Dalam acara yang sama, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan yang baru dilantik Dr. H. Muhammad Shaleh, S.H., M.Hum, memperkenalkan diri, beliau asli dari Madura (Sumenep), mulai PNS tahun 1981, tahun 1993 menjadi Wakil Ketua PA, 1996 menjadi Ketua PA, 2006 diangkat menjadi Hakim Tinggi, dan sebelum di PTA Medan, beliau adalah Wakil Ketua PTA Bengkulu. Sebagai pendatang baru, beliau mohon untuk saling mengingatkan jika dalam kepemimpinan Wakil Ketua ada yang tidak berkenan. “Saya bukan yang terbaik tetapi yang jelas saya orang baik-baik,” ujar beliau menegaskan, “namun saya bukanlah malaikat, oleh karenya kalau salah tolong diingatkan”.

Drs. H. Maraenda Harahap, S.H., M.H., mewakili keluarga besar PTA Medan menyampaikan sambutan, pertama mengucapkan selamat dan menyambut gembira kedatangan pimpinan PTA Medan dan seluruh keluarga besar PTA Medan siap mendukung dan mensukseskan program PTA Medan yang dipimpin oleh Ketua dan Wakil Ketua PTA Medan.
Kepada Wakil Ketua PTA yang lama, Dr. Hj. Djazimah Muqoddas, S.H., M.Hum, kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan dan arahan selama bertugas di Medan, dan tidak lupa kami mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan baik dalam dinas maupun pergaulan. Dan kami ucapkan selamat atas promosi menjadi Ketua PTA Bengkulu dan kami doakan semoga ibu sukses dan sehat selalu. Beliau menyampaikan kata-kata nasehat; Kalau tidak bisa memberi pertolongon, jangan beri kesusahan. Kalau tidak bisa memberi kegembiraan jangan beri kesedihan dan kalau tidak bisa memuji jangan mencela atau mencaci.

Drs. H. Armia Ibrahim, S.H., M.H., sebagai pimpinan PTA yang baru sebelum menyampaikan sambutan, terlebih dahulu memperkenalkan diri kepada keluarga besar PTA Medan. Beliau mengucapkan selamat kepada Wakil Ketua PTA yang baru dilantik, dan ucapan selamat kepada Wakil PTA yang lama mendapat promosi sebagai Ketua PTA Bengkulu. Dengan terisinya jabatan pimpinan di PTA Medan, maka struktur organisasi PTA Medan menjadi lengkap. Beliau menyampaikan Ketua dan Wakil adalah unsur pimpinan. Keduanya harus sejalan, serasi dan seimbang. Wakil bukanlah ban serap, yang kalau bocor atau rusak baru diganti. Ibarat mobil, kedua ban baik ban depan maupun belakang sama-sama berputar berjalan seiring – sejakan, menjalankan kenderaan mencapai tujuan.
Beliau juga menyampaikan kebijakan pimpinan. Kebijakan pimpinan adalah kebijakan yang sudah ada, yang diatur oleh Perma, Sema dan aturan lain yang sudah jelas, kita tinggal menjalankan kebijakan tersebut. Kalau ada hal yang belum diatur maka diperlukan kebijakan pimpinan yang dijalankan atas kesepakatan bersama, meskipun tidak bulat. Kebijakan pimpinan ini harus dijalankan dan diamankan. Kepada Bu Djazimah, tidak lupa beliau mengucapkan terima kasih atas usaha dan dedikasi bu Djazimah dalam memperjuangkan kepentingan institusi/lembaga PTA Medan. Atas nama pimpinan mohon maaf atas segala kesilapan dan kesalahan. Adapun tali kasih atau cenderamata yang diberi itu sebagai pengingat untuk dikenang, jangan dinilai dari harganya, tapi nilailah dari ketulusan hati sebagai penali kasih.
Acara ditutup dengan doa dan pemberian ucapan selamat. (amr)