Rakor Perdana PTA Medan

Pengadilan Tinggi Agama Medan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), Rabu [30/03/2016] di ruang rapat lantai II. Rapat koordinasi ini merupakan rapat perdana pimpinan baru, yaitu Ketua dan Wakil Ketua PTA. Medan, yang diikuti oleh Hakim, pejabat struktural dan fungsional serta seluruh karyawan PTA. Medan.

 

Rapat dibuka oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan (Dr. H. Muhammad Saleh, S.H., M.Hum). Sebelum rakor dimulai, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan (Drs. H. Armia Ibrahim, S.H., M.H.) terlebih dahulu mempersilahkan masing-masing hakim, pejabat struktural/fungsional dan seluruh pegawai Pengadilan Tinggi Agama Medan untuk memperkenalkan diri sehubungan Ketua dan Wakil Ketua masih baru bertugas di Pengadilan Tinggi Agama Medan.
Selanjutnya pengarahan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan tentang agenda dan permasalahan penting yang berkaitan tupoksi di Pengadilan Tinggi Agama Medan. Ada beberapa hal yang dibahas dalam rakor kali ini, yaitu terkait pelaksanaan tugas di bidang :
- Perkara
- Sumber daya manusia
- Pengelolaan Anggaran
- Pengaduan
- Penerapan SIPP
dan permasalahan-permasalahan umum seperti penegakan disiplin, IKAHI, UPZ, Koperasi, PTWP, serta hal-hal lain yang berkembang dalam rakor.
Setelah Ketua mendengar laporan dari masing-masing sub bagian berikut dengan permasalahan terkait bidang tugas, Ketua memberikan pandangan sekaligus mempersilahkan kepada peserta rakor untuk memberikan tanggapan dan saran pemecahan masalah.

 

Sebagai penutup, Ketua PTA Medan menyimpulkan bahwa Pelaksanaan tugas di PTA Medan terbagi kepada dua bagian, yaitu tugas pokok dan tugas penunjang. Tugas Pokok adalah penyelesaian perkara, sedangkan tugas penunjang adalah sekretariat (supporting unit), Ketua PTA. Medan mengharapkan masing-masing sub bagian tidak memiliki ego sektoral, saling mendukung, kerja sama dengan semangat jiwa korsa (esprit de corps) karena semua lini adalah penting, dan harus ada peningkatan ilmu dan keterampilan (skill), menghidupka DDTK, penguasaan teknologi informasi, website, juga pengkaderan internal, termasuk penguasaan peraturan-peraturan seperti SEMA, PERMA dan lain sebagainya
Sementara itu Wakil Ketua PTA Medan menyampaikan sebagai penutup sebagai kata kunci berusaha semaksimal mungkin meningkatkan profesionalitas dan skill pada tupoksi masing-masing, dibarengi dengan moralitas. Moralitas sangat penting, karena tanpa moralitas sikap profesional dan skill tidak akan berarti, dan diharapkan pengkaderan pelaksanaan tugas terus berjalan.
Terlihat ruang rapat penuh karena rakor diikuti dengan antusiasme para pegawai PTA Medan. (Nas)

  • 806_armen.jpg
  • 807_miharza.jpg