KEGIATAN RAMADHAN DI PTA MEDAN
![]() |
![]() |

Setiap tahun pada bulan Ramadhan di Pengadilan Tinggi Agama Medan dilaksanakan kegiatan tadarus dan kultum ramadhan setelah sholat zhuhur berjama’ah. Kultum dilaksanakan secara bergiliran, saling memberi nasehat, saling mengingatkan demi kebaikan hidup di dunia dan akhirat kelak. Sedangkan kegiatan tadarus alqur’an dimulai pukul 8.00 wib sampai selesai. Satu hari satu juz. Ada 3 kelompok tadarus, kelompok pertama dipimpin oleh Drs. H. Armia Ibrahim, S.H., M.H. mulai juz 1 s/d. 10. Kelompok kedua dipimpin oleh Drs. H. Muhammad Shaleh, S.H., M.Hum, juz 11 s.d 20, sedangkan kelompok ketiga dipimpin oleh Drs. H. Maraenda Harahap, SH.MH mulai juz 21 s.d 30.
Ramadhan ini harus lebih baik dari ramadhan kita tahun lalu, demikian Drs. H. Armia Ibrahim, SH, MH, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan memberikan tausiahnya di Mushalla Al-Mizan Pengadilan Tinggi Agama Medan. Sesuai dengan jadwal, Ketua mendapat kesempatan pertama memberikan tausiah di bulan suci ramadhan tahun ini. Kegiatan ramadhan ini diikuti oleh Wakil Ketua, seluruh hakim, Panitera dan Sekretaris, seluruh Pegawai dan honorer PTA Medan.
![]() |
![]() |
Di acara tausiah ramadhan ini kita tidak membedakan status, tidak perlu menyebut jabatan, kita semua sama disisi Allah yang membedakan hanya keimanan dan ketaqwaan kita, ujar Ustad Armia melanjutkan tausiahnya. Kegiatan seperti ini sebaiknya tidak hanya dilaksanakan pada bulan ramadhan, tetapi setiap minggu pada bulan lain perlu juga karena saling memberi nasehat, saling berbagi ilmu, saling mengingatkan adalah ajaran agama kita. Dan pemberi ceramah tidak hanya hakim tinggi saja tetapi yang bukan hakim namun secara fungsional dia adalah penceramah di masyarakat perlu juga kita tampilkan untuk memberi tausiah kepada kita. Kalau perlu ada komunikasi interaktif berupa tanya jawab dalam kegiatan ramadhan atau diluar ramadhan.
Beliau lalu membacakan ayat 183 surah Al Baqarah. Ayat ini dimulai dengan iman, diakhir ayat ada tujuan yaitu harapan taqwa, sedangkan ditengah ayat ada perintah puasa. Mengutif ulasan Syekh Mahmud Syaltout dalam bukunya Al islam Aqidah wa syari’ah. Puasa tidak hanya menahan diri saja tetapi juga menahan diri dari hal yang bisa mengurangi iman dan taqwa. Puasa hakikatnya adalah malaikat dalam bentuk manusia. Sedangkan diakhir ayat baqarah terdapat harapan yaitu taqwa, taqwa ini bisa tercapai bisa juga tidak, semua tergantung pada kualiatas puasanya. Yang sering merusak kualitas puasa adalah lidah dan mata, yang dilakukan oleh lidah adalah dusta, ghibah, namimah dan sumpah palsu. Sedangkan mata adalah melihat hal-hal yang dapat mempengaruhi syahwat.
Kita harus senantiasa bersyukur kehadirat Allah Subhanawata’ala karena kita masih dipertemukan dengan ramadhan tahun ini, lanjutnya. Oleh karenanya mari kita tingkatkan amal ibadah kita di bulan ramadhan ini. Bukan hanya ibadahnya saja yang ditingkatkan tetapi kualitas ibadah itu yang lebih penting untuk ditingkatkan. Karena barang siapa ramadhan ini lebih baik dari ramadhan tahun lalu maka ia termasuk orang yang beruntung. Kita harus selalu mengintrospeksi diri, baik hubungan kita kepada Allah maupun hubungan kita kepada sesama makhluk Allah. Apakah hubungan kita dengan Allah selalu harmonis? Apakah kita sering berkomunikasi dengan Allah melalui amal ibadah kita dengan ikhlas? Demikian juga hubungan kita sesama makhluk Allah juga harus harmonis, selaras dan seimbang. Singkatnya, apa yang kita lakukan harus dipikirkan dan diperhitungkan untung ruginya, manfaat dan mudharatnya baik untuk kita maupun orang lain. Berusahalah melaksanakan kegiatan ramadhan dengan baik, berikan hasil ibadah yang maksimal dan terbaik/berkualitas, demikian Ketua menutup tausiahnya. (amr)



