
Medan, 4 Maret 2026 – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Medan melaksanakan kegiatan Rapat Pembentukan Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) Tahun 2026 yang bertempat di Aula Lantai 3 Gedung PTA Medan.
Rapat ini dipimpin langsung oleh pimpinan PTA Medan, dan dihadiri oleh para Hakim Tinggi, pejabat struktural, fungsional, serta seluruh ASN di lingkungan PTA Medan.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat komitmen PTA Medan untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di tahun 2026.
Dalam rapat tersebut, pimpinan PTA Medan menekankan pentingnya sinergi seluruh aparatur dalam membangun Zona Integritas secara berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan pelayanan publik, penguatan tata kelola, dan penerapan nilai-nilai integritas.

Tim Pembangunan Zona Integritas Tahun 2026 dibentuk dengan membagi tugas dan tanggung jawab ke dalam enam area perubahan utama, yaitu:
- Manajemen Perubahan – bertugas mendorong perubahan budaya kerja dan pola pikir aparatur agar lebih adaptif dan berorientasi pada pelayanan.
- Penataan Tata Laksana – fokus pada penyempurnaan sistem, prosedur, dan pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi kerja.
- Penataan Manajemen SDM – mengatur sistem pengembangan karier, peningkatan kompetensi, serta penegakan disiplin ASN.
- Penguatan Akuntabilitas Kinerja – memastikan perencanaan dan pelaporan kinerja dilakukan secara transparan dan terukur.
- Penguatan Pengawasan – memperkuat sistem pengendalian internal, penanganan pengaduan, dan pencegahan praktik korupsi.
- Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik – menitikberatkan pada inovasi pelayanan, kepuasan masyarakat, dan kemudahan akses layanan peradilan.

Melalui pembentukan tim ini, PTA Medan menegaskan komitmennya untuk terus mengimplementasikan nilai integritas, transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam setiap aspek pelayanan publik.
Pimpinan PTA Medan juga mengajak seluruh aparatur untuk berperan aktif dalam pelaksanaan program pembangunan Zona Integritas, agar capaian WBK dan WBBM dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan.