
SIBOLGA, 10 Desember 2025 | Usai melihat kondisi PA Pandan, Ketua PTA Medan Dr. Insyafli, MHI didampingi istri Dra. Biva Yusmiarti, MA (Hakim Tinggi PTA Medan), sekretaris H. Hilman Lubis, SH, MH, Panitera Heri Eka Siswanta, SH, MH dan beberapa apratur PTA Medan bertolak menuju PA Sibolga, saat itu waktu menunjukkan pukul 14.34 WIB.
Udara bercampur debu-debu bekas banjir dan tanah longsor, kondisi hujan gerimis terus mengguyur kota Sibolga hingga kedatangan rombongan PTA Medan. Wajah-wajah aparatur di sana datar, tenang, namun ada kecemasan yang dibalut senyum bermakna.
Sesekali mereka melirik air laut dan memandang langit, seolah ada harapan mereka agar hujan berhenti dan matahari menampakkan sinarnya.
Wajar saja, suasana seperti itu mereka rasakan sejak dua pekan bencana banjir dan tanah longsor hadir di kota mereka, meskipun bala bantuan bertahap-tahap masuk, namun kondisi psikologis tidak sepenuhnya mudah terobati.
“Sabar, ini musibah kita semua,” kata Ketua PTA Medan saat menyapa mereka satu persatu, disusul sekretaris dan panitera.
Kecemasan tadi mulai pudar Ketika rombongan PTA Medan tiba, duduk bersama dalam satu tempat dan berbagi cerita tentang banjir dan tanah longsor.

Dalam laporannya, ketua PA Sibolga Dr. Muhammad Azhar Hasibuan, SHI, MA menyampaikan kronologi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.
“Seperti yang kita lihat, kantor PA Sibolga masih aman, tapi rumah dinas menyedihkan, persis seperti yang kita tinjau tadi (setelah dari PA Pandan), kami bersemangat pak KPTA dan rombongan datang,” tegasnya.
Setali tiga uang, ketua PTA Medan juga menyampaikan hal yang sama seperti yang disampaikan di PA Pandan, antara lain sikap empati sesama warga PA, kepedulian dan mau berbagi rasa dan harta.
Selanjutnya, Dr. Insyafli, MHI menuturkan, saat musibah datang manusia mempunyai persepsi bahwa lebih takut kepada kondisi musibah itu daripada kepada Allah SWT.

“Saat hujan deras, kita takut kalua-kalau banjir dan tanah longsor sehingga membuat kita tak berdaya dan tak yakin kita mempunyai iman,” papar ketua.
Kepercayaan tersebut menurutnya, seringkali diyakini dalam konteks kelilmuan disebut hukum kausalitas. Apa itu hukum kausalitas?
Hukum kausalitas adalah prinsip dasar yang menyatakan bahwa setiap peristiwa (akibat) memiliki sebab yang mendahuluinya, sebuah hubungan sebab-akibat yang mutlak dan menjadi landasan ilmu pengetahuan dan hukum, terutama dalam hukum pidana untuk menentukan pertanggungjawaban atas suatu tindak pidana. Ini adalah konsep bahwa satu kejadian berkontribusi pada kejadian lain, di mana sebab bertanggung jawab atas akibat, dan menjadi asumsi fundamental dalam metode ilmiah untuk menguji hipotesis.
Sedikit berteori dan sulit dipahami masyarakat awam, namun hukum sebab akibat seringkali dirasakan dalam kehidupan kita, ada sebab pasti ada akibat, saat turun hujan deras sebagai sebab pasti berakibat banjir dan tanah longsor sehingga kejadian itu diyakini, dipercaya dan menjadi persepsi hingga ketakutan (trauma panjang).

Alhasil menurut ketua PTA Medan, keyakinan akan hadirnya Allah SWT seringkali lupa dan dilupakan. “Akibatnya kita lupa ada Tuhan, Allah SWT yang menciptakan, melindungi, bahkan hukum Allah itu lebih dahsyat lagi kalau kita yakinim,” tegasnya.
Lebih jauh pak Ketua PTA memberikan ilustrasi, saat dulu Nabi Yusuf dijebloskan dalam sumur oleh saudara-saudaranya selama 40 hari 40 malam tanpa busana, hukum Allah berlaku di sana hingga Nabi Yusuf selamat dan menjadi penguasa (red. Nabi).
“Kita ingat Nabi Nuh yang membuat kapal besar, ada bencana banjir bandang dan Nuh bersama pengikutnya selamat, oleh karena Nabi Nuh percaya hukum Allah dengan melihat hukum kausalitas, yaitu ada hujan pasti ada banjir dan ada antisipasi yaitu kapal besar,” paparnya.
Ilustrasi itu sedikit demi sedikit dapat diterima aparatur PA Sibolga yang terkena dampak banjir dan tanah longsor, mereka yakin dibalik musibah selalu ada rahasia dan hikmah Allah SWT.

Jam menunjukkan pukul 16.08 WIB, ketua PTA Medan dan rombongan menyalurkan bantuan kepada aparatur PA Sibolga yang terdampak banjir dan tanah longsor.
“Ada beberapa bantuan yang kami sampaikan, antara lain bantuan dari PP IKAHI, bantuan dari MA peduli, bantuan dari Dharmayukti Karini PTA Medan, bantuan dari IPASPI dan PPHIM, semuanya akan kami salurkan kepada PA Pandan dan PA Sibolga secara langsung,“ jelas ketua PTA saat memberikan bantuan uang tunai kepada masing-masing aparatur PA Pandan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
"Ini bentuk empati dan kami peduli, mudah-mudahan dapat membantu meringankan kesulitan akibat bencana,” imbuhnya.

Di akhir acara penyerahan bantuan di PA Sibolga, ketua PTA Medan berharap, bencana seperti ini tidak terulang lagi dan warga PA Sibolga memahami eksistensi musibah dan hikmah Allah SWT. (alm)