Artikel Anda

Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT)

 Oleh : Lanka Asmar, S.HI

Hakim Pengadilan Agama Balige

 A.    Latar Belakang

Perilaku hukum (legal behavior) merupakan bagian dari budaya suatu bangsa. Perilaku hukum menurut Friedman adalah perilaku yang dipengaruhi oleh aturan, keputusan, perintah, atau undang-undang yang dikeluarkan oleh pejabat dengan wewenang hukum. Perilaku hukum mencakup : [1]

  1. Perbuatan hukum (rechtshandeling) yaitu perbuatan yang dilakukan oleh subjek hukum, yang mempunyai akibat hukum dimana akibat hukumnya dianggap dikehendaki oleh si pelaku.
  2. Perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad) yaitu perbuatan yang dilakukan oleh subjek hukum, yang mempunyai akibat hukum, dimana dianggap si pelaku tidak sengaja menghendaki akibat hukum tersebut.

Faktor penting untuk membentuk perilaku hukum adalah kesadaran moral yang dapat direalisasikan dalam tingkah laku sehari-hari. Kesadaran moral berdasarkan nilai-nilai fundamental dan sangat mendalam. Di dalam kehidupan sosial, moralitas menuntut suatu kehidupan  tertentu, sehingga dapat dikatakan moralitas merupakan aturan dalam kehidupan masyarakat dari masyarakat untuk anggota masyarakat tersebut. Aliran hedonisme mengatakan bahwa manusia dikatakan baik, apabila manusia berusaha untuk mengejar kenikmatan yang sebesar-besarnya. Seorang hedonisme dikatakan orang baik, karena hidup sesuai kodratnya dan mencapai tujuan hidupnya. Sedangkan menurut aliran Eudamonisme yang dapat dikatakan mencapai kebahagiaan, tidak hanya secara lahiriah, melainkan secara batiniah. Bentuk lain dari aliran eudamonisme adalah stoisisme yaitu aliran etika yang memandang tujuan  manusia adalah kebahagiaan.Sedangkan aliran Utilisme mengatakan bahwa manusia harus belajar bagaimana caranya  untuk mencapai kebahagiaan. Aliran Utilisme merupakan bentuk lain dari Eudamonisme



[1] Ali, Achmad, Menguak Teori Hukum (Legal Theory) dan Teori Peradilan (Judicialprudence) Termasuk Interpretasi Undang-undang, Jakarta : Kencana Prenada Media Grup : 2012, halaman 143-146

Baca Selengkapnya

  • 978-s-nasri.png
  • 979-s-arief.png
  • 980-d-mumu.png
  • 981-s-zulfikar.png
  • 982-s-syahril.png
  • 983-s-rahmah.png
  • 984-s-pelmizar1.jpg
  • 985-d-abdrahman.jpg
  • 986-d-junaida.jpg
  • 987-s-halimatun.jpg
  • 988-s-wahyu-k-lbs.jpg
  • 989-s-husnah.jpg
  • 990-s-khairuddin.jpg