PENGANTAR PURNA BAKTI KETUA PTA MEDAN

Wahai sahabat wahai teman, Mari wujudkan peradilan yang agung
Laksanakan pembaharuan wujudkan kebersamaan, Menuju visi dan misi Mahkamah Agung
Burung dara hinggap di dahan, Hinggap juga si burung balam
Baktiku berakhir dengan pelepasan, Tinggalkan Medan menuju Batam
Demikian dua bait pantun yang disampaikan oleh Bapak Drs. H. Moh. Thahir, S.H., M.H. Ketua PTA Medan yang mengakhiri masa baktinya karena memasuki masa pensiun, dalam acara pengantar purna bakti KPTA Medan yang ke 13.
Acara perpisahan dan ramah tamah tersebut dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 28 Desember 2015 mulai pukul 10.00 WIB, bertempat di Hotel Garuda Plaza Medan. Hadir dalam acara tersebut; Ketua Kamar Peradilan Agama Prof. Dr. H. Abdul Manan, S.H., S.IP., M.Hum., Dirjen Badilag Drs. H. Abdul Manaf, M.A., Sekretaris Dirjen Badilag, Tukiran, S.H., M.M., KPT.TUN., 14 KPTA dari Aceh sampai Ambon, Waka, Hakim Tinggi PTA Medan, Ketua dan Panitera/Sekretaris PA se Wilayah Sumatera Utara. Hadir juga Ketua PA Padang dan PA Pekanbaru.
Bapak Moh. Thahir menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang berkenan hadir dalam acara pengantar purna bakti beliau. Lebih lanjut Pak Thahir menyampaikan kesan dan pesan selama bertugas sebagai Hakim maupun sebagai pimpinan peradilan. Pengabdian yang panjang hampir 40 tahun lamanya mulai dari CPNS di PA Samarinda sampai menjadi Ketua. Karir beliau terus menanjak menjadi Hakim Tinggi dan Wakil Ketua di PTA Samarinda. Ketua di 5 Wilayah PTA yaitu Jayapura, Pekanbaru, Palembang, Padang dan terakhir sebagai Ketua PTA Medan tentu banyak sekali kesan dan pesan yang ingin disampaikan, namun karena keterbatasan waktu, dalam kesempatan ini apa yang teringat itulah yang terucap, apa yang berkesan itulah yang terkatakan yang tidak tersampaikan akan menjadi kenangan. Dan pengabdian yang panjang itu beliau tulis dalam buku Biografi dengan judul “Membangun Peradilan Agama Setulus Hati” dengan editor Drs. Muslim Bakhtiar, S.H., M.A, (Hakim PA Semarang) dan dalam sebuah Video Profile dengan judul Menggapai Asa Menuai Cita. Editor Aulia. Diakhir sambutan beliau lebih banyak mengungkap perasaan melalui bait-bait pantunnya.
Kalau menanam si limau manis, Jangan ditanam dekat mengkudu
Ingin rasanya kami menangis, Berpisah dengan bapak dan ibu
Kalau matoa berbuah sudah, Jangan ditebang atau rubuhkan
Kalau ada luput dan salah, Kami sekeluarga mohon ampunkan
Kalau ada sumur di ladang, Jangan biarkan kering kerontang
Kalau ada waktu yang lapang, Ke Batam datanglah bertandang
![]() |
![]() |

Setelah Pak Thahir memberikan kesan dan pesan, Wakil Ketua PTA Medan Dr. Hj. Djazimah Muqaddas, S.H., M.Hum mewakili keluarga besar PTA Medan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pak Manan, Ketua Kamar dan Pak Dirjen, yang berkenan hadir ditengah kesibukan yang amat padat dan memberikan pembinaan serta melepas Ketua PTA Medan dan juga kepada seluruh undangan yang hadir dalam acara pelepasan ini.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bp. Drs. H. Moh. Thahir, S.H., M.H, yang telah memberikan arahan. Bimbingan dan pengajaran selama bertugas di Medan. Kesan kami Bapak bersikap lugas, sederhana, disiplin dan ngayomi dekat dengan hakim tinggi dan akrab dengan bawahan. Begitulah hidup ini, lanjutnya, selalu bergerak dan berpindah, sebab kalau tidak bergerak lagi berarti kehidupan ini berakhir. Kalau tidak berpindah berarti pengabdian kita berakhir, lanjutnya.
Kami keluarga besar PTA Medan memohon maaf kepada Bapak dan Ibu atas segala kesilapan dan kesalahan selama kita bergaul di Medan. Kalaupun ada kesalahan Bapak dan Ibu sudah lebih dahulu kami maafkan. Ibu Wakil juga menutup sambutannya dengan beberapa pantun:
Bunga Kamboja putih berseri, Putihnya melur diujung dahan
Atas hubungan kerja dan arahan yang diberi, Terima kasih kami ucapkan
Kalau pergi ke tanah deli, Jangan lupa makan durian
Walaupun pak Thahir telah purna bakti, teladanmu takkan kami lupakan
Masjid Raya di Kota Medan, Orang melayu menggelar tikar
Selamat Jalan Kami ucapkan, Jangan lupa berkirim kabar.
Sementara itu Pak Dirjen Badilag, Drs. H. Abd. Manaf, M.A.,menyampaikan sambutannya: Pak Dirjen merasa senang dan bangga dengan hadirnya 14 Ketua PTA dalam acara pelepasan Ketua PTA Medan. Inilah para pendahulu, orang tua kita, para pejuang Peradilan Agama yang ikhlas mengabdi, yang muda harus lebih banyak belajar dengan orang-orang ini, ujar Dirjen. Merekalah kelompok Assabiqunal Awwalun, kelompok pertama. Ada 3 kelompok Hakim, lanjut beliau, yaitu; Kelompok pertama; adalah mereka yang diangkat murni oleh Departemen Agama. Mereka adalah orangtua kita yang berjuang dan mengabdi tanpa pamrih. Bahkan terkadang rela berkorban dengan kantong pribadi, gaji kecil tapi pengorbanan besar. Fasilitas seadanya bahkan kurang, namun pengabdian dan ikhlas beramal menjadi semboyan. Merekalah yang sekarang berada dihadapan kita yang sebentar lagi juga akan memasuki masa purna bakti. Pengabdian mereka begitu panjang ada yang sampai 23 tahun seperti Pak. Thahir berada di Samarinda. Tetapi mereka sehat-sehat dan jarang sakit. Itu karena mereka rajin berinfak dan tidak banyak mengeluh.
Kelompok kedua, adalah Hakim yang diangkat setelah adanya kerjasama Mahkamah Agung dengan Departemen Agama yaitu sekitar tahun 1984 sampai 2002, Kelompok ketiga adalah hakim yang diangkat setelah periode satu atap. Tetapi kelompok ini banyak sekali penyakitnya. Kalau ada mutasi, langsung protes, kadang baru dua tahun sudah minta mutasi lagi dengan alasan kesehatan. Padahal fasilitas lengkap, gedung megah tetapi tuntutan dan keluhan serta curhatan dengan berbagai alasan diutarakan kepada Badilag. Dari TPM yang lalu ada 23 orang Hakim yang tidak sanggup melaksanakan tugasnya karena penyakit. Mungkin banyak yang sakit karena jarang berinfak atau bersedekah, sehingga penyakit pun datang. Kalau ada list yang diedarkan, mereka menulis paling belakang setelah para pegawai terlebih dahulu berinfak. Bahkan ada yang protes dan mengirim surat. Mereka mungkin kurang qanaah, ujar pak Dirjen. Padahal mereka menikmati Peradilan Agama sekarang ini berkat perjuangan orang-orang tua kita, kelompok Assabiqunal Awwalin. Dan Perjuangan Peradilan Agama ini memerlukan pengorbanan dari orang Peradilan Agama itu sendiri.
Harapan Pak Dirjen, tidak ada lagi Hakim yang cacat namanya dan menjalani sidang MKH, yang muda harus belajar dari yang tua, kelompok pertama tadi tidak ada yang cacat namanya di Badan Pengawas MA, mereka sepuh tapi masih sehat.
Beliau menutup sambutannya dengan pantun: Tanjung periok jembatan tinggi, tempat berjalan sore dan pagi, Walaupun pak Thahir sudah purna bakti, ISO wilayah PTA Medan tetap terjadi.
Sambutan terakhir disampaikan oleh Ketua Kamar, Bapak Prof. Dr. H. Abdul Manan, S.H., S.IP, M.Hum., Beliau menceritakan waktu sama-sama kuliah dengan Pak Thahir di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Teman kuliah senasib sepenanggungan, akhir bulan menunggu harap harap cemas, apakah wesel sudah dikirim atau belum, kadang tidak makan nasi hanya pecel saja lantaran wesel belum datang. Namun perjuangan dan pengorbanan itu membawa hasil. Pak Thahir sampai memasuki masa purna bakti dan saya juga tidak lama lagi akan pensiun juga. Pensiun ini tidak bisa kita hindari.
Pak Manan, juga mengucapkan terima kasih atas nama Mahkamah Agung, atas pengabdian, perjuangan dan dedikasi Pak Thahir turut membesarkan Peradilan Agama. Yang ada sekarang ini adalah berkat perjuangan orang-orang dulu, generasi ketiga perlu diberi pencerahan oleh orangtua generasi pertama (Assabiqunal Awwalin). Kalau PA dulu dengan biaya hanya 3 milyar 1 tahun untuk seluruh Peradilan Agama, ternyata bisa hidup dan bertahan karena ada infak dan sedekah.
Perjuangan harus diteruskan, ya perjuangan tiada henti, ujar beliau, sebab masih ada orang yang tidak senang dengan perkembangan peradilan agama. Mari kita jaga Peradilan Agama dengan sebaik-baiknya dan berusaha agar PA tetap eksis dan nama Peradilan Agama makin agung. Beliau berharap agar Para Hakim baik generasi satu maupun ketiga agar senantiasa menjaga harga diri dan martabat, jangan ada lagi hakim yang terkena MKH hanya gara-gara perempuan/perselingkuhan dimasa mendatang.(amr)

PTA MEDAN KEMBALI BERDUKA

Sekitar dua bulan yang lalu, PTA Medan dikejutkan dengan kabar duka wafatnya Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Agama Medan, SYAHBUDDIN NASUTION, S.H., yaitu 22 September 2015, kini PTA Medan kembali berduka dengan meninggalnya Burhanuddin Harahap, S.H., M.H, Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Agama Medan, tepatnya hari Selasa, tanggal 1 Desember 2015 sekitar pukul 6.00 WIB di Rumah Sakit Estomihi Medan. Almarhum pada hari Senin tanggal 30 Nopember 2015 tidak masuk kerja karena pusing kepala, lalu dibawa keluarga ke rumah sakit dan terus dirawat di ruang ICU, keesokan harinya sekitar pukul 6.00 pagi beliau menghembuskan nafas terakhir. Berita duka ini mengejutkan teman dan sahabat termasuk keluarganya. Almarhum meninggalkan isteri dan 2 orang anak (1 perempuan dan 1 laki-laki). Almarhum meninggal dunia dalam usia 56 tahun 8 bulan.

Jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Tanjung Bunga II Gang Kemiri Simpang Limun, Medan dan dikebumikan setelah sholat ashar. Ketua, Wakil Ketua, Pansek dan Para Hakim Tinggi serta pejabat struktural dan fungsional serta Pegawai dan honorer PTA Medan hadir bertakziah ke rumah duka.
Dalam sambutannya, mewakili keluarga besar PTA Medan, Bapak Drs. H. Anshary, M.K., S.H., M.H, menyampaikan Innalillahi wainna ilahi rajiun, PTA Medan turut berduka cita yang sebesar-besarnya atas meninggalnya Burhanuddin Harahap, S.H., M.H, Panitera Pengganti PTA Medan, semoga almarhum diterima segala amal kebaikannya, diampuni segala dosa dan kesalahannya dan ditempatkan di syurga. PTA Medan merasa kehilangan seorang pegawai yang baik, rajin dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.
Burhanuddin Harahap dilahirkan di Rantau Prapat pada tanggal 15 Maret 1959. Almarhum mulai meniti karir sebagai CPNS pada tahun 1990 dengan pangkat Pengatur Muda Tk I Golongan II/b di PTA Medan. Kemudian menjadi PNS ditempat yang sama sampai almarhum menghembuskan nafas terakhir tidak pernah mutasi dari PTA Medan dengan pangkat Pembina (IV/a).(amr)
Korwil PTA Medan raih Penghargaan dari DJKN Sumut

Pengadilan Tinggi Agama Medan mendapat penghargaan sebagai Korwil dengan Kinerja Sangat Baik di Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara Tahun 2014, dan berhak meraih Juara ke II untuk kategori Penatausahaan Barang Milik Negara se-wilayah Sumatera Utara.
Acara yang dihelat oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sumatera Utara ini berlangsung di Grand Aston City Hall Medan (Kamis, 26/11/2015). Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Sonny Loho kepada Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan, Drs. H. Moh. Thahir, S.H., M.H.
![]() |
![]() |
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, Sonny Loho mengatakan, kegiatan Apresiasi dan Refleksi BMN ini merupakan kegiatan tahunan dimana tahun ini adalah kali ke empat dilaksanakan. Hal ini demi memberikan apresiasi bagi kementerian atau lembaga yang menunjukkan peningkatan kinerja dalam hal pengelolaan barang milik negara.
"Acara ini merupakan upaya DJKN memberikan apresiasi positif dari Kementerian Keuangan khususnya DJKN sebagai pengelola barang kepada segenap Korwil dan Satker selaku pengguna barang milik negara" kata Sonny Loho.
Lebih lanjut beliau mengingatkan, apresiasi dan penghargaan ini bukan merupakan akhir dari kemitraan yang telah dibina selama ini, namun merupakan awal bagi meningkatnya hubungan kerjasama, sinergi dan akuntabilitas kita sebagai aparatur negara dalam mengemban misi pengelolaan Barang Milik Negara, ujarnya.
![]() |
![]() |
Apresiasi dan penghargaan itu sendiri diberikan kepada Korwil dan Satker dengan kategori pengelolaan dan penatausahaan Barang Milik Negara.
Ketua Pengadilan Agama Medan, Drs. H. Moh. Thahir, S.H., M.H., seusai menerima penghargaan mengungkapkan kegembiraannya sekaligus mengapresiasi kinerja operator Korwil SIMAK BMN PTA Medan atas prestasi ini. "Kita berharap tahun depan akan mencapai prestasi yang lebih baik lagi", ujarnya.
Sementara itu operator Korwil SIMAK BMN PTA Medan, M. Syahrur Ramadhan, S.H., M.H. kepada pta-medan.go.id mengatakan, keberhasilan Korwil BMN PTA Medan meraih penghargaan ini tidak terlepas dari kerja keras bersama satker-satker yang berada dalam Korwil PTA. Medan. “Mudah-mudahan ke depan baik pengelolaan maupun penatausahaan BMN akan semakin baik, dan mendapat penilaian yang lebih baik pula”, pungkasnya. (Nas)
RAIH S2 HAKIM DAN PEGAWAI PTA MEDAN GELAR SYUKURAN

Setelah menempuh kurun waktu dua tahun menjalani masa perkuliahan di Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan sejak Desember 2013 sebanyak 7 orang Aparatur Sipil Negara Pengadilan Tinggi Agama Medan yaitu :
1. Drs. H. Idham Khalid, S.H. (Hakim Tinggi);
2. Drs. Agus Zainal Muttaqin, S.H. (mantan Pansek);
3. Khairuddin, S.H. (Wasek);
4. Drs. H. Syofyan Sauri, S.H. (Panitera Pengganti);
5. M. Zaki Mubarok Panjaitan, S.HI (Staf Bag Keuangan).
Pada tanggal 27 Nopember 2015 berhasil mempertahankan tesisnya sehingga berhak menyandang gelar Magister Humaniora ( M.H. ).
Namun sebelumnya 2 orang ASN PTA Medan yaitu :
1. Muhammad Nasri, S.H. (Ka Subbag Umum) dan
2. Adelaida Rangkuti, S.H. (Panitera Pengganti).
pada tanggal 2 September 2015 berhasil mempertahankan tesisnya dan berhak menyandang gelar Magister Management (M.M.) pada Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan.

Dalam rangka mensyukuri anugerah Allah dan berhasil menyelesaikan kuliah Strata 2 (S.2) dalam waktu dua tahun tersebut, 7 orang ASN PTA Medan tersebut menggelar syukuran. Acara syukuran tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 1 Desember 2015 bertempat di Lobby bawah Gedung Pengadilan Tinggi Agama Medan. Mulai pukul 12.00 WIB sampai selesai.
Acara ditutup dengan makan bersama dan pemberian ucapan selamat kepada Hakim dan Pegawai yang telah berhasil menyelesaikan kuliah S.2 tersebut. (amr)
KETUA PTA MEDAN BERI SAMBUTAN ZONA INTEGRITAS DI STABAT

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan, Drs. H. Moh. Thahir, S.H., M.H, memberikan sambutan yang apresiatif pada acara Pencanangan Kesiapan Pembangunan Zona Integritas pada Pengadilan Agama Stabat menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi, Bersih dan Melayani (WBBM).
Sambutan tersebut disampaikan oleh Ketua PTA Medan pada hari Senin, tanggal 23 Nopember 2015 pada pukul 10.00 WIB bertempat di Aula Gedung Pengadilan Agama Stabat. Hadir dalam acara tersebut, Hakim Tinggi PTA Medan H. Yazid Bustami Dalimunthe, S.H., Ketua dan Wakil Ketua (PA Medan, PA Lubuk Pakam, PA Binjai), Ketua PN Stabat, Kajari Stabat, Kapolres langkat dan Ketua MUI Langkat serta seluruh Hakim dan Pegawai PA Stabat. Sebelum memberikan sambutan, Ketua PTA Medan menyaksikan Pengucapan Janji Ikrar Bersama oleh Aparatur Pengadilan Agama Stabat;

“Hari ini adalah hari yang bersejarah, kata Ketua PTA memulai sambutannya, dimana PA Stabat kembali mengukir sejarah baru setelah Penerapan Sistem Manajemen Mutu dan mendapat penghargaan ISO 9001-2008 untuk yang pertama kali di lingkungan Pengadilan Agama seluruh Indonesia, kini menjadi Model Percontohan (Pilot Project) Membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani(WBBM).
Di Indonesia, lanjut beliau, hanya 7 Pengadilan yang ditunjuk Mahkamah Agung membangun Zona Integritas ini, selain PA Stabat di Sumatera Utara, yaitu PA Jakarta Pusat, PA Jakarta Selatan, PN Jakarta Barat, PN Mempawah di Kalimantan Barat, PN Bau-Bau di Sulawesi Tenggara dan PTUN Serang di Banten.
Zona berarti wilayah/daerah dengan batasan khusus, sedangkan Integritas dimaksudkan konsistensi dan keteguhan yang tidak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan. Integritas secara etika diartikan kejujuran dan kebenaran dari tindakan seseorang. Oleh karenanya seseorang dapat dikatakan memiliki integritas apabila tindakannya sesuai dengan nilai, keyakinan dan prinsip yang dipegangnya.
Membangun Zona Integritas menuju WBK dan WBBM adalah kerja berat oleh karenanya semua pihak mulai dari pimpinan sampai bawahan harus punya komitmen yang kuat, punya mindset (pola pikir dan budaya kerja) yang sama sehingga keberhasilan membangun Zona Integritas ini dapat dicapai. Ada dua sasaran yang ingin dicapai dalam Zona Integritas ini yaitu;
1. Terwujudnya Pemerintahan yang Bersih dan Bebas KKN;
2. Terwujudnya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik;

Oleh karena itu Pimpinan, Hakim dan Pegawai serta Honorer PA Stabat harus bekerja sama dan sama-sama bekerja dalam membangun dan menjaga Zona Integritas ini, janganlah ada diantara kita yang menodai dengan perilaku yang tidak terpuji, demikian harapan Ketua PTA Medan mengakhiri sambutannya.(amr)





